KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro meningkatkan sinergitas dan kolaborasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Metro.
Di mana langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi terkait konsep, definisi dan metodologi perhitungan indikator kemiskinan yang dirilis BPS.
Adapun langkah tersebut dilakukan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Indikator Kemiskinan dan Publikasi Potret Kemiskinan yang digelar oleh BPS Kota Metro bersama lintas OPD di Aula BPS setempat pada Jumat 7 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Kota Metro, Arum Purbowati, menyampaikan bahwa kegiatan FGD tersebut digelar untuk memperoleh masukan yang strategis, dalam rangka penyusunan publikasi kemiskinan bersama lintas OPD.
“Kegiatan ini juga sebagai implementasi kegiatan DATA MESRA (Dialog Aktif, Tanggap, Akurat dan Menyenangkan Seputar Ragam Statistik) BPS Kota Metro,” terangnya.
Menurutnya, dengan kerjasama yang dilakukan bersama lintas sektoral, akan dapat menyatukan pemahaman terkait indikator kemiskinan. Terlebih diketahui selama ini data kemiskinan sering kali menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan.
“Oleh karena itu, kolaborasi dengan OPD ini sangat penting. Sehingga indikator kemiskinan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa beberapa indikator kemiskinan tersebut meliputi aspek pendapatan, pendidikan, kesehatan, serta aspek layanan dasar lainnya.
“Melalui FGD ini diharapkan dapat menyinkronkan data yang diperoleh melalui forum data sektoral. Sehingga kebijakan yang diambil lebih efisien dan tepat sasaran,” paparnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kusbani, menyampaikan bahwa langkah kolaboratif yang dilakukan BPS bersama lintas OPD ini bertujuan untuk menghasilkan data yang akurat.
“Dengan kolaborasi ini diharapkan data yang dihasilkan akan lebih akurat. Terlebih data ini akan digunakan dalam pengambilan kebijakan perencanaan pembangunan ke depan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya data yang terintegrasi, maka pemerintah dapat merancang program penanggulangan kemiskinan secara lebih efisien dan tepat sasaran.
“Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam mendukung Satu Data Indonesia,” ujarnya.
Oleh karenanya ia menekankan mengenai pentingnya keseragaman dan validitas data pembangunan. Ia berharap melalui sinergi antara BPS dan OPD, potret kemiskinan di Kota Metro dapat tergambar secara lebih komprehensif.
“Dengan kolaborasi kami berharap dapat menghasilkan data yang lebih akurat, sebagai dasar dalam perumusan kebijakan sosial ekonomi daerah ke depan,” tukasnya.
Diketahui, dalam kegiatan FGD tersebut BPS Kota Metro berkolaborasi dengan sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Metro.
Adapun kolaborasi tersebut dilakukan dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta media. (Ria Riski A.P)

















Discussion about this post