PANARAGAN (TransLampung.ID)–Tertanggal 17 Agustus 1945, merupakan hari yang sangat bersejarah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kala itu, dimana hari tersebut merupakan hari kemerdekaan bangsa indonesia, bahkan seluruh rakyat diwajibkan mengibarkan sang saka merah putih, tanda penghormatan.
Puluhan, ratusan, hingga ribuan nyawa para pahlawan syuhada terdahulu telah menjadi korban, dengan satu tujuan Kemerdekaan, abadi, bagi seluruh rakyat indonesia, berdaulat, adil dan makmur.
Tapi darah dan keringat para syuhada itu tidak terbayarkan, rakyat Indonesia semakin terpuruk oleh para manusia yang haus dengan Kekuasaan, keserakahan demi kesejahteraan mereka pribadi.
Kemerdekaan Indonesia kini mendekati Satu Abad (100) Tahun, selama itu rakyat Indonesia bertahan dalam ketidakberdayaan, kemiskinan, hingga keterpurukan berkepanjangan. Akibat ulah kebijakan para penguasa hingga wakil Rakyat yang menduduki Parlemen tidak berkeadilan.
Kini Rakyat dan Mahasiswa Indonesia telah bangun dari tidur panjangnya, mereka telah turun di jalanan. Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, dan kota-kota lainnya di penjuru indonesia.
Denyut nadi Indonesia berdetak lebih kencang. Bukan sekadar demonstrasi biasa, ini adalah manifestasi kekecewaan mendalam terhadap praktik korupsi yang merajalela, kolusi yang mengakar, dan nepotisme yang merusak tatanan bangsa dewasa ini.
Mahasiswa, buruh, petani, aktivis, dan masyarakat dari berbagai lapisan bersatu dalam satu tujuan, menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para pemimpin. Mereka membawa spanduk yang bertulis.
“Reformasi Dikorupsi, Keadilan untuk Semua, dan Indonesia Tanpa KKN”.
Suara lantang itu menggema, menuntut pengusutan tuntas kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat tinggi negara. Mereka menuntut agar para pelaku diadili secara adil dan aset negara yang dicuri dikembalikan kepada rakyat.
Aksi ini bukan hanya tentang kemarahan, tetapi juga tentang harapan. Harapan akan Indonesia yang lebih baik, di mana hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, di mana kesempatan yang sama diberikan kepada semua warga negara, dan di mana kekayaan alam Indonesia digunakan untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
Meski dihadang berbagai tantangan, semangat para demonstran tidak surut. Mereka sadar bahwa perjuangan ini tidak akan mudah, tetapi mereka yakin bahwa dengan persatuan dan tekad yang kuat, mereka dapat mewujudkan perubahan yang rakyat impikan. (Dirman)

















Discussion about this post