TAMPIL ALL OUT: WBP Rutan Kelas IIB Kotaagung tampil all out dalam event spektakuler Muara Indah Voice di Pantai Muara Indah Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Selasa (21/11/2023). (Foto: DOK RUTAN KOTAAGUNG)
BRAVO…! Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Kelas IIB Kotaagung. Mungkin itu kata yang tepat untuk mencerminkan kepiawaian para warga binaan ketika tampil pada ajang spektakuler Muara Indah Voice yang dibesut Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Selasa (21/11/2023). Bagaimana keseruan penampilan para WBP Rutan Kotaagung? Simak tulisannya.
Oleh: A. Yogy/Tanggamus
translampung.id – MESKI raga para WBP dikurung jeruji, kemerdekaan diri dirampas sebagai bentuk hukuman, namun kreativitas, keterampilan, dan imajinasi mereka tetap melayang bebas mengikuti passion, skill, dan bakat mereka. Tak kalah dengan manusia bebas di luar sana.
Performa group band WBP Rutan Kotaagung sukses menghipnotis para pengunjung melalui alunan lagu-lagu hits kekinian. Tak hanya itu, dei kesempatan tersebut barang-barang padat karya autentik dan masterpiece hasil kreativitas tanpa batas para WBP juga turut dipamerkan.
Pemandangan tak biasa terlihat di pesisir Teluk Semaka. Tepatnya di pesisir Pantai Muara Indah, Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Tempat yang biasanya tak begitu ramai itu, belakangan dibanjiri pengunjung. Ternyata di garis pantai ikonik warga Kabupaten Tanggamus itu tengah berlangsung ajang spektakuler yaitu Muara Indah Voice.
Tak ingin membuang peluang begitu saja, Rutan Kelas IIB Kotaagung pun mengutus para WBP untuk ambil bagian sekaligus unjuk kebolehan dalam event tersebut. Mulai dari tampil di panggung untuk sekadar memghibur para pengunjung hingga memamerkan hasil hasta karya unik nan menarik dari kreativitas para WBP rutan setempat.
Kepala Rutan Kelas IIB Kotaagung, Benny M. Saefulloh, A.Md.IP., S.Sos., M.Si. menuturkan, momen ini menjadi kesempatan untuk meluruskan stigma yang berkembang di masyarakat, bahwa di rutan atau lapas ternyata bukan hanya tentang penjara tempat tahanan dihukum semata.
“Masyarakat harus tahu, bahwa mereka yang sedang menjalani pidana di rutan atau lapas juga bisa sangat produktif, berkreasi, berinovasi bahkan menyalurkan minat dan bakat,” ungkap Karutan Benny.
Terbukti, pada stand pameran Rutan Kota Agung, ditampilkan berbagai produk unggulan dari hasil karya tangan WBP Rutan seperti miniatur rumah, miniatur kapal, karya seni kaligrafi, seni lukisan, dan lain-lain.
Band WBP Rutan Kotaagung juga turut meramaikan kegiatan tersebut. Mereka tampil all out di acara pembukaan dengan membawakan beberapa lagu hits. Band yang beranggotakan tujuh orang WBP ini, membawakan beberapa lagu fenomenal milik band papan atas negeri ini. Di antaranya Salam Rindu (TipeX), Penantian (Armada), Ku Tak Bisa (Slank), dan Kumenemukanmu (Naff).
Kepala Rutan Benny M. Saefulloh sangat senang dengan digelarnya acara ini. Sehingga bisa menjadi wadah menunjukkan hasil-hasil karya dari WBP wadah kepada masyarakat luar.
“Saya senang dengan adanya kegiatan yang positif ini mudah-mudahan berlanjut lagi untuk kesempatan event berikutnya, karena ini menjadi ajang promosi dan motivasi untuk WBP untuk lebih semangat berkreasi. Sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luar,” tandas Benny. (*)


















Discussion about this post