PANARAGAN (translampung.id)– Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan di tengah dampak El Nino, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tulangbawang Barat (Tubaba) bersama Pemerintah Kabupaten setempat, menyalurkan bantuan 10.300 Kg beras.
Program kolaborasi Baznas dan Pemerintah Daerah tersebut, disalurkan melalui masing-masing kantor Kecamatan, dengan rincian rata-rata penerima bantuan sejumlah 20 orang setiap Tiyuh (Desa).
“Program bantuan beras ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap warga Tubaba yang terdampak cuaca El Nino. Adapun masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 5 Kg beras,” kata Ketua Baznas Tubaba, H.Purwanto, kepada media, (10/11/2023).
Menurutnya, pihaknya bersama Pemkab telah melakukan pendistribusian bantuan tersebut sejak tanggal 1 November lalu.
“Kita mulai tanggal 1 November 2023, di kantor Kecamatan Tulangbawang Udik untuk 260 KPM. Kemudian, dilanjutkan tanggal 3 di kantor Kecamatan Tumijajar 200 KPM dan kantor Kecamatan Tulangbawang Tengah untuk 420 KPM,” tuturnya.
Selanjutnya, tanggal 7 November disalurkan di kantor Kecamatan Batu Putih 200 KPM, Gunung Terang 200 KPM, Lambu Kibang 200 KPM, dan Kecamatan Pagar Dewa 160 KPM.
“Terakhir kita distribusikan kemarin tanggal 9 November 2023, yaitu di kantor Kecamatan Gunung Agung untuk 260 KPM, dan di kantor Kecamatan Way Kenanga untuk 200 KPM. Sehingga total anggaran bantuan yang dipakai jika dikalikan dengan harga beras sebesar Rp.13.000, adalah Rp.133.900.000,” ungkapnya.
Menurut Purwanto, adapun biaya bantuan tersebut bersumber dari dana Zakat, Infaq, atau Shodaqoh (ZIS) pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba.
“Banyak program Baznas yang telah dilakukan, diantaranya adalah bantuan korban kebakaran, banjir, bencana alam angin puting beliung dan lain-lain. Tentunya semua itu menggunakan dana ZIS yang dikelola oleh Baznas, terutama ZIS dari kalangan ASN,” pungkasnya. (D/r)



















Discussion about this post