PANARAGAN (translampung.id)–Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, lakukan Koordinasi terhadap pengelola Irigasi Way Rarem.
Langkah tersebut dilakukan upaya mengantisipasi kekurangan air untuk persawahan di wilayah Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Udik, dan Tulangbawang Tengah pada Musim Tanam (MT) II Tahun 2023.
Dikatakan Plt Kepala Dinas TPHP Tubaba Nakhoda. Pada MT II Tahun 2023 ini setidaknya terdapat 2.782 hektar tanaman padi sawah di Kecamatan Tulangbawang Udik, Tumijajar, dan Tulangbawang Tengah.
“Itu yang telah ditanam oleh petani pada bulan Juni hingga sekitar awal Agustus lalu. Saat ini sebagian sudah mulai panen dan akan berlangsung hingga bulan Oktober nanti” Kata Nakhoda pada (17/9/2023).
Kendati demikian, Dinas TPHP Tubaba terus berupaya agar lahan persawahan tersebut dapat tercukupi kebutuhan airnya, mengingat saat ini terjadi kemarau panjang sehingga pasokan air dari irigasi Way Rarem menurun.
“Sejauh ini kita telah melakukan koordinasi dengan pengelola irigasi teknis Way Rarem, dan telah disepakati bahwa air irigasi dari Way Rarem saat ini diutamakan untuk tanaman komoditas padi” Terangnya.
Selain itu kata dia, telah disepakati juga untuk sawah-sawah yang dekat dengan brovit dan sumber air lainnya agar dilakukan pengairan mandiri dengan menggunakan pompa air.
“Kesepakatan lainnya pengairan sawah irigasi dilakukan dengan sistem buka tutup. Diawasi oleh petugas irigasi Way Rarem, Satlak Tatakarya, Satlak Pulung Kencana, dan Satlak Dayamurni bersama dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk mengawasi pergiliran air” Imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post