PANARAGAN (translampung.id)– Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, akhir-akhir ini semakin meresahkan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.
Betapa tidak, kasus pencabulan tersebut tampaknya sudah tidak pandang bulu lagi dan banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Bahkan, baru-baru ini viral pencabulan yang justru dilakukan oknum pemilik sekaligus pengasuh salah satu Pondok Pesantren (Ponpes).
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Munyati, didampingi Sekretarisnya Dr.Wita, saat dikonfirmasi translampung.id diruang kerjanya. Pihaknya juga sangat prihatin atas banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya pencabulan di Kabupaten Tubaba.
“Tidak dapat dipungkiri, di Tubaba ini memang masih banyak terjadi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita mencatat ada 68 kasus sepanjang 2022 lalu dan yang dominan adalah kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.” Kata Wita, Rabu (04/01/2023).
Dirinya menjelaskan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat sulit ditangani, karena selain aib, juga dapat membuat korban depresi.
“Kita juga kaget baru memasuki awal tahun 2023 ini sudah kembali terjadi kasus pencabulan anak dibawah umur yang bahkan terjadi di lingkungan Ponpes oleh oknum pemilik sekaligus pengasuh nya sendiri. Selain itu, terdapat juga kasus pencabulan atau rudapaksa oleh 3 pria di Kecamatan Tumijajar.” Ujarnya.
Oleh karenanya, upaya dari DPPPA menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak baik itu KDRT, pemerkosaan, hingga pencabulan anak dibawah umur adalah dengan fokus melakukan pendampingan terhadap korban, mulai dari pendampingan BAP hingga pemulihan psikologisnya.
“Kita juga siap memberikan bantuan pendampingan hukum jika korban membutuhkan itu.” Terangnya.
Sementara terkait upaya pencegahan, kedepan pihaknya akan lebih menggencarkan lagi sosialisasi-sosialisasi di lingkungan Sekolah, Madrasah, dan Tiyuh-Tiyuh untuk memberikan pemahaman dan mencegah terjadinya kasus-kasus serupa.
“Kasus-kasus pencabulan, saat ini sepertinya sangat dominan terjadi dan sulit sekali ditangani, ini butuh peran serta kita semua dan kesadaran masyarakat agar dapat melindungi orang-orang terdekatnya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika terjadi, jangan sungkan melapor karena kita menjamin kerahasiaan identitas korban dan siap melakukan pendampingan.” Imbuhnya. (D/r)

















Discussion about this post