BELUM DITINJAU PEMKAB: Beginilah kondisi sebagian rumah warga Pekon Tugurejo, Kecamatan Semaka yang terendam banjir akibat hujan deras dan luapan Way Semaka, namun belum ditinjau dari Pemkab Tanggamus. (Foto-foto: DOK EKA JUANSYAH)
TransLampung.ID | Selalu Ada Solusi, TANGGAMUS – Beberapa waktu belakangan ini, Sebagian besar wilayah di Kabupaten Tanggamus terus diguyur hujan lebat. Akibatnya, banyak pekon di daerah berjuluk Bumi Begawi Jejama itu waspada terhadap bencana banjir. Demikian juga yang terjadi di Pekon Tugurejo, Kecamatan Semaka.
Kepala Pekon setempat, Eka Juansyah, S.Pd.I. mengimbau seluruh warganya untuk waspada terhadap banjir yang dapat terjadi setiap saat. Antisipasi terdini yang bisa dilakukan adalah mengungsi ke lokasi-lokasi dataran yang lebih tinggi. Imbauan dan peringatan waspada itu ditujukan terutama bagi warga Pekon Tugurejo yang bertempat tinggal di sekitar bantaran Way Semaka.
Eka Juansyah mengatakan, sudah terjadi lagi banjir di sekitar Way Semaka. Banjir tersebut diduga akibat intensitas hujan yang tinggi pada Rabu (26/10/2022) dari pukul 18.35 WIB hingga Kamis (27/10/2022) pukul 11.30 WIB.
”Hingga Kamis sore ini, volume air (Way Semaka) masih belum terlihat surut. Justru diduga akan bertambah besar,” ujar Eka Juansyah melalui voicenote WhatsApp, Kamis petang.
Sampai tadi sore, dia menyebutkan, belum ada tim dari instansi terkait Pemerintah Kabupaten Tanggamus atau Kecamatan Semaka yang mengontrol ke lokasi. Padahal wilayah banjir cukup luas. Lebih parahnya lagi, ada beberapa titik rawan serta ada tanggul yang jebol.
”Pihak instansi terkait, seperti Bhabinkamtibmas dari Polsek Semaka masih terbatas. Jadi informasinya baru dari berada wilayah yang dianggap vital. Infonya di salah satu pekon ada tanggul yang jebol. Jadi hingga saat ini instansi dari kecamatan kontrolnya belum sampai ke Pekon Tugurejo. Sebab masih menangani pekon-pekon yang dianggap sangat rawan (banjir),” jelas Eka.
Karena volume air Way Semaka yang belum memperlihatkan tanda-tanda surut, Eka mengimbau kepada warganya serta mempersiapkan lokasi pengungsian. Yatu di rumah-rumah warga yang berada di dataran lebih tinggi serta tidak terdampak dari luapan air Way Semaka.
”Bila ada banjir susulan dan bagi rumah yang terendam mungkin akan diungsikan ke rumah warga yang tempatnya di dataran lebih tinggi sehingga tidak terdampak banjir. Yaitu di RT 04 Dusun 2 untuk antisipasi sementara bila ada banjir susulan. Namun hingga sore ini belum kami ungsikan. Itu untuk antisipasi bila terjadi banjir susulan,” kata Eka.
Sebelumnya, dia melanjutkan, sudah pernah terjadi banjir melanda Pekon Tugurejo. Terjadi dua pekan lalu di bulan Oktober ini. Banjir susulan tinggi volume air antara 30 cm sampai 50 cm. Untuk sementara yang terdampak banjir sekitar 30 rumah. Terletak di di RT 001, 002, 003, dan 005.
”Untuk sementara, informasi yang kami terima pada pukul 13.36 WIB tdi siang, banjir belum ada yang sampai masuk ke dalam rumah warga. Khusus warga Pekon Tugurejo dan sekitarnya, kami meminta untuk lebih waspada di musim penghujan bulan-bulan ini,” tandas Eka. (ayp)





















Discussion about this post