IMBAU KADER POSYANDU: Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengimbau seluruh kader posyandu untuk bekerja optimal melayani masyarakat, terlebih setelah menerima insentif.
(Foto-foto: DISKOMINFOSANDI KABUPATEN TANGGAMUS)
translampung.id, TANGGAMUS – Sebanyak 190 Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita dan Lansia se-Kecamatan Bulok menerima insentif sebesar Rp60 ribu/bulan/orang. Penyerahan insentif dilakukan langsung oleh Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. Pada kesempatan yang sama, bupati juga meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Pekon Suka Agung.
Bupati Tanggamus Dewi Handajani dalam sambutannya sangat mengapresiasi seluruh Kader Posyandu di Kabupaten Tanggamus. Khususnya para Kader Posyandu di Kecamatan Bulok. Menurut bupati, tugas para kader cukup berat, karena para kader harus mampu memberikan informasi serta penyuluhan dan pelayanan kesehatan berupa kecukupan gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada sasaran posyandu.
Dewi Handajani menjelaskan, di Kabupaten Tanggamus saat ini terdapat 1.091 posyandu. Terdiri dari 691 posyandu balita dan 400 posyandu lansia. Dengan jumlah kader sebanyak 4.989 orang. Untuk di Kecamatan Bulok sendiri, ada 29 posyandu balita dan 10 posyandu lansia. Dengan kadernya sebanyak 190 orang.
“Besaran insentif per kader yaitu Rp60.000/bulan. Dan pada hari ini akan dibagikan 4 bulan sekaligus. Sehingga secara total, masing-masing kader akan menerima insentif sebesar Rp240 ribu,” ujar bupati.

Dengan diserahkannya insentif para kader posyandu Kecamatan Bulok, menurut Bupati Dewi Handajani, merupakan implementasi dari 55 Rencana Aksi. Maka pelayanan kepada masyarakat, khususnya para ibu hamil, anak balita, dan lansia semakin maksimal.
“Harapannya, meskipun jumlahnya kecil, insentif ini dapat bermanfaat dan memotivasi kader untuk tetap aktif membantu dalam penyelenggaraan posyandu. Sehingga dapat mempertahankan upaya-upaya pemberdayaan kader posyandu dan kaum perempuan. Sebagai kader posyandu di Kabupaten Tanggamus bukan hanya sekedar ada, tapi harus mampu menunjukkan kapasitas dalam melayani dan memberikan informasi yang tepat terhadap kesehatan dan kecukupan gizi anak, ibu hamil dan menyusui,” imbau bupati.
Bunda Dewi Handajani — sapaan akrabnya — juga menyebutkan, prevalensi stunting di beberapa pekon di Kabupaten Tanggamus masih cukup tinggi. Sehingga dibutuhkan peran semua sektor dalam penanganan stunting. Karena stunting memiliki dampak buruk yaitu selain tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak akan menurun sebanyak 30% dibandingkan anak yang normal.
“Sehingga pencegahan dan penanggulangannya membutuhkan peran dari berbagai sektor secara aktif. Termasuk para ibu-ibu kader PKK dan kader Posyandu,” ajak Dewi Handajani.

Bupati Tanggamus, saat meninjau vaksinasi di Pekon Suka Agung, Kecamatan Bulok, juga mengingatkan bahwa saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Meskipun angka pasien mulai menurun, tetapi masih harus selalu waspada.
“Untuk itu, mari kita terus ajak warga yang belum vaksin III atau booster agar segera vaksin. Terlebih bagi warga yang belum vaksin I atau II. Karena sangat berdampak positif pada upaya mencegah penularan Covid-19 dan upaya nyata menurunkan prevalensi stunting. Sehingga kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat meningkat,” Dewi Handajani mengajak masyarakat.
Turut mendampingi Bupati Tanggamus, Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat, S.E., M.Kes., Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bulok, Kepala UPTD Puskesmas Bulok, para Kepala dan Aparat Pekon se-Kecamatan Bulok, dan para tenaga kesehatan. (ayp)

















Discussion about this post