PANARAGAN (translampung.id)– Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Pasar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, pada tahun 2022 ditargetkan mencapai Rp.720 juta.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba, Khairul Amri, saat dikonfirmasi translampung.id, Rabu (11/5/2022).
“Berdasar rapat dan penilaian hasil tim pendapatan daerah yang diketuai oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), tahun ini target kita naik sekitar 70 persen dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp.400 juta lebih.” Tuturnya.
Kata dia, target PAD Pasar selama ini selalu mengalami kenaikan, yang itu artinya menandakan ada kemajuan pendapatan di wilayah Tubaba khususnya sektor Pasar.
“Adapun Retribusi Pasar yang diambil dalam PAD kita adalah Pasar Panaragan Jaya, Mulya Asri, dan Dayamurni. Ketiga Pasar ini adalah Pasar Kabupaten, sementara untuk Pasar Pulung masih dilakukan penyesuaian dan dilihat perkembangannya terlebih dahulu.” Jelasnya.
Menurutnya, pihaknya optimis target yang ditetapkan tersebut dapat dicapai, mengingat tahun lalu PAD dari Retribusi Pasar di Tubaba ini mencapai Rp.630 juta meski di tengah Pandemi.
“Dalam pengelolaan Pasar, kita bekerjasama dengan pihak ketiga, dimana untuk Retribusi itu diambil dari sewa toko/grosir dan salar. Saya berharap, kedepan Pasar-pasar di Kabupaten Tubaba ini semakin maju dan berkembang, serta roda perekonomian masyarakat juga terus meningkat.” Imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post