TranLampung.ID Lampung Barat – Gapoktan maju bersama yang bertempat diPekon Hanakau kecamatan sukau diduga carut marut dalam pengelolaan dana PUAP serta ketua Gapoktan hanya formalitas berkas.
Dana PUAP yang dikucurkan dari kementrian pertanian kepada Gapoktan maju bersama senilai seratus juta yang membawahi beberapa kelompok tani saat perguliran dana PUAP hingga saat ini tidak berkembang.
Hal itu dibenarkan oleh Suko selaku PPL Hanakau. “Ya mba, kendala pengembalian dari masing-masing kelompok peminjam agak terhambat karena fluktuasi harga komoditi ya mba itu yg saya tangkap” Tuturnya.
Diketahui Gapoktan Maju Bersama yang diketuai oleh Suyoto, Wismo Sutekad selakau sekretaris serta Sunarto sebagai bendahara. Saat mewawancarai wismo sekretaris Gapoktan dirinya terkesan berbelat belit dalam menerangkan realisasi dana PUAP tidak dapat memperlihatkan pembukuan dalam pengelolaan dana PUAP sedangkan mengingat wismo selaku sekretaris Gapoktan.
“Saya lupa seingat saya kami memakai 15 juta untuk kelompok tani yang kebetulan saya ketua kelompok tani juga, kalau mau lebih jelasnya silahkan langsung saja ke ketua Gapoktan” Tandanya.
Hal itu dibantah oleh sutoyo, dirinya justru merasa tidak dilibatkan lagi bahkan sisa dana PUAP serta rekening, cap dan lainnya tidak dengannya. “Saya sudah lama tidak dilibatkan lagi dalam kepengurusan Gapoktan, sudah bertahun-tahun sejak pencairan dana PUAP dibagikan. Saya ngambil dana PUAP sekitar 20 juta kalau tidak salah itu untuk kelompok yang disini. Sejak itu segala pemberkasan dan rekening Gapoktan dan lainnya yang megang ya wismo bohong kalau dia bilang saya yang megang berkas-bsrkas kan sama dia semua” Tegasnya.
Parahnya lagi, wismo sempat menyebut oknum dinas yang mendesak dana PUAP segera dicairkan meski sosialisasi belum dilaksanakan, serta terdapat kelompok tani yang enggan dipublikasikan identitasnya menerangkan dirinya bersama para anggota kelompoknya sama sekali tidak mengetahui adanya dana PUAP di Gapoktan kami nebus pupuk saja pakai dana pribadi. (*)
















Discussion about this post