PANARAGAN (translampung.id)– Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, per 10 Maret 2022 telah mencapai 88,82 persen.
Demikian itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tubaba, melalui Sekretaris Eka Riana, saat dikonfirmasi translampung.id diruang kerjanya, Kamis (10/3/2022) pukul 11.13 Wib.
“Capaian vaksinasi itu merupakan dosis tahap pertama. Adapun untuk dosis tahap kedua kita telah mencapai 61,03 persen.” Katanya.
Dia menerangkan, untuk sasaran jumlah masyarakat Tubaba secara umum yang dapat diberikan vaksin adalah 210.123 orang, mulai dari anak usia sekolah hingga lansia.
“Selain pemberian vaksin pertama dan kedua, pada 2022 ini vaksinasi dosis tahap tiga atau Booster juga sudah kita mulai dan dilaksanakan.” Terangnya.
Menurutnya, sebagai langkah awal sasaran vaksinasi booster telah diberikan kepada jajaran TNI-POLRI, sejumlah pelayan Publik dan calon jamaah haji yang direncanakan berangkat tahun ini.
“Untuk booster karena baru dimulai, maka persentase capaian kita baru 0,37 persen dosis tahap tiga.” Ujarnya.
Namun, sementara ini pihaknya masih memfokuskan pada penyelesaian vaksinasi dosis tahap satu dan kedua terlebih dahulu, dimana kebanyakan sasaran yang belum divaksin adalah anak-anak sekolah akibat terkendala pembelajaran Daring yang menyebabkan anak-anak tidak masuk sekolah.
“Untuk vaksinasi anak-anak memang kita pusatkan di sekolah, sehingga pendataannya juga lebih akurat. Oleh karenanya, saat ini selagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diberlakukan maka kita kejar target itu dulu.” Jelasnya.
Adapun untuk stok ketersediaan vaksin, dirinya mengaku aman dan distribusi juga rutin dari Provinsi.
“Stok kita tersedia cukup dengan jenis Sinovac, Astrazeneca, dan Pfizer (Booster). Dan adapun vaksinator kita terdapat 34 tim dengan masing-masing tim 5 orang yang tersebar di 16 Puskesmas dan RSUD.” Paparnya.
Terkait anggaran vaksinasi diserap dari APBD untuk honor dan konsumsi vaksinator di lapangan. Sementara stok vaksin didapat dari bantuan Pusat melalui Provinsi.
“Untuk itu, vaksinasi akan terus kita lakukan hingga akhirnya dapat tercapai 100 persen. Sehingga, diharapkan kedepannya dengan telah selesainya vaksin ini, maka berbagai aktivitas kegiatan kita dapat kembali normal karena sudah adanya kekebalan tubuh.” Imbuhnya. (D/r)
















Discussion about this post