TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Setelah dua hari diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan inisial ES (49), seorang pria warga Kecamatan Lambu Kibang, hari ini dilakukan Uji Swab.
Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tubaba, Majril, saat dikonfirmasi translampung.com pada Senin (20/7/2020) pukul 13.30 Wib. Bahwa ES diambil sampel Swab untuk dikirim ke Laboratorium RSUD Tulangbawang, dan akan diketahui hasilnya dalam sehari atau dua hari kedepan.
“Setelah ditetapkan reaktif pada 18 Juli 2020, dari hasil Rapid Test, maka ES yang berprofesi penyalur pembantu rumah tangga, langsung kita jemput untuk dikarantina di RSUD Tubaba, dan hari ini, sekitar pukul 10.00 Wib telah kita kirim Sampel Swabnya,” kata Majril.
Dengan adanya Pasien Positif Covid 19, SK (43) warga Lambu Kibang, seorang wanita berprofesi asisten rumah tangga, dan PDP tersebut, yang telah ditetapkan pada 18 Juli 2020, lanjutnya, maka tenaga medis RSUD yang menangani Pasien Covid 19 harus kembali di karantina di Beruga Cottage Tubaba.
“Dikarenakan kembali terdapat kasus Pasien Positif Covid 19 dan adanya PDP, maka sekitar 30 tenaga medis, mulai dari Dokter hingga Sopir Ambulance, kembali kita karantina selama 1 hingga 2 bulan kedepan. Padahal, seharusnya pada hari ini, seluruh tenaga medis yang dikarantina tersebut sudah kita pulangkan,” ungkapnya.
Selain itu, jelas dia, Berdasarkan hasil tracking dan skrening terhadap 20 warga yang merupakan keluarga, tenaga kesehatan, dan tetangga sekitar yang memiliki riwayat kontak dengan pasien tersebut, maka 19 lainnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan dinyatakan Non Reaktif.
“Saat ini, Pasien Positif Covid 19 telah dilakukan perawatan yang intensif, begitu juga dengan PDP. Namun, meskipun ada penambahan Kasus, kita tidak lagi membeli kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD, karena saat ini masih mencukupi, sehingga penggunaan anggaran pun tidak banyak,” imbuhnya.
Diketahui, Pasien Positif dan PDP tersebut, Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Untuk Pasien Positif pulang pada tanggal 12 Juli, kemudian dilakukan Rapid Test oleh Puskesmas dan dinyatakan reaktif pada 14, kemudian tanggal 15 dilakukan penjemputan untuk diisolasi di RSUD dan Uji Swab, kemudian tanggal 18 Juli ditetapkan Positif.
Setelah Positif, pada 18 Juli siang, Dinkes lakukan tracking dan skrening terhadap 20 warga tersebut, kemudian didapatlah 1 orang reaktif sehingga berstatus PDP, dan 19 lainnya Non Reaktif berstatus OTG. (D/R)
















Discussion about this post