Lampung Barat – Satu bulan mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Puluhan masyarakat setempat geruduk SPBU Pekon Gunung Ratu Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat.
Pasalnya, sejumlah masyarakat mempertanyakan bagaimana pengelolaan SPBU hingga terjadinya kelangkaan BBM. Dikatakan salah satu masyarakat, Kholik, mengatakan, pihaknya mempertanyakan kelangkaan BMM yang terjadi satu bulan terakhir.
Baru kali ini kelangkaan terjadi, sebelumnya tidak pernah terjadi. Pihaknya bersama masyarakat menyampaikan harapan dan solusi agar tidak terjadi kembali kelangkaan BBM.
Dia mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Suoh dan BNS yang memiliki 35 ribu KK perharinya membutuhkan BBM 20 ribu KL tetapi sementara waktu ini pengiriman hanya 16 ribu KL. “Itu aja pengirimannya tiga hari sekali sampai empat hari,” ungkapnya.
Jika dihitung jarak tempuh dari kediamannya menuju lokasi SPBU mencapai 15 kilo meter, artinya jika ke SPBU untuk mengisi BBM tetapi BBM mengalami kekosongan. Otomatis pihaknya pulang dengan mendorong kendaraan Roda Dua nya karena BBM tidak mungkin cukup.
Pihaknya mengharapkan kepada pengurus SPBU untuk dapat merealisasikan BBM seperti semula, untuk kelancaran masyarakat setempat setiap harinya harus ada 20 ribu KL.
Sebelumnya BBM tidak pernah ada kendala (lancar .Red) baik dari Premium, Pertalit solar dan pertamax tetapi kelangkaan mulai terjadi sejak satu bulan terakhir.
Dikatakan Reno, Manager Pengelola SPBU, menjelaskan, kelangkaan BBM ini dikarenakan adanya pergantian transportir sehingga ada keterlambatan pengiriman ke SPBU. Pihaknya sangat membutuhkan pengiriman yang sesuai seperti sebelumnya menggunakan transportir pihak SPBU BNS sendiri sehingga tidak terjadi penundaan pengiriman.
Awalnya pengiriman, “dari mobil kita dipindah ke mobil merah putih untuk Pertamina sendiri barulah terjadilah kelangkaan minyak yang terjadi saat ini,” jelasnya.
Alasan seperti masalah jalan, masalah penjualan minyak, menurutnya alasan tersebut tidak sesuai. “Saya mengharapakan pengiriman BBM seperti sebelumnya, disebakan masyarakat sangat membutuhkan kosumsi BBM tersebut,”
Lanjutnya, masyarakat setempat membutuhkan 20 ton perhari, tetapi saat ini tiga sampai empat hari baru ada pengiriman jika tidak mengalami kendala. “Sangat kekurangan, untuk masyarakat sini aja perharinya atau perorangannya minimal satu liter untuk satu kendaraan,” pungkas Reno. (Sf)
















Discussion about this post