TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Terdapatnya kekosongan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di beberapa formasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, tidak menghalangi RSUD untuk tetap maju akreditasi.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Tubaba Pramono, saat diwawancarai translampung.com pada Senin (03/02/2020) pukul 09.25 Wib.
“Untuk penerimaan CPNS di tahun ini, memang mengalami kekosongan yakni, Dokter Gigi, Spesialis Anestesi, Spesialis Bedah, dan Spesialis Patologi Klinik. Namun, kita sudah ada solusinya, sehingga tidak menjadi penghambat untuk maju dalam akreditasi,” kata Pramono.
Adapun Solusinya, lanjut Pramono, untuk Dokter Spesialis Anestesi Pemerintah Pusat sudah menyekolahkan 1 orang untuk Kabupaten Tubaba, dan akan selesai pada bulan Juni atau Juli 2020 mendatang. Sementara untuk Spesialis Bedah, kita sudah ada 1 orang sehingga tidak ada masalah, begitu juga dengan Dokter Gigi.
“Namun, untuk Spesialis Patologi Klinik kita tidak memiliki, sehingga menyiasatinya dengan di cover oleh Dokter Umum untuk sementara ini,” terangnya.
Tahun 2020 ini, jelas Pramono, memang tidak banyak Dokter Spesialis yang mendaftar CPNS, tidak hanya di Tubaba saja, namun daerah lain pun begitu.
“Meskipun sudah ada solusi, dikarenakan ada kekosongan di Spesialis Patologi Klinik, mungkin akan tetap mengurangi nilai akreditasi kita, sehingga kita akan terus berbenah kedepannya untuk bisa meningkatkan kualitas RSUD Tubaba,” imbuhnya. (D/R)


















Discussion about this post