Lampung Utara, Translampung.Id — Suasa hening diruang UGD rumah sakit Maria regina Kotabumi mendadak pecah dengan suara tangisan dari keluarga almarhum Suparno yang meninggal dunia, sesaat setelah mendapat penanganan dan obat dari ruang UGD.
Padahal sebelumnya, pasien bernama Suparno warga bedeng 1 kelurahan Kotabumi udik kecamatan kotabumi kota , saat mendatangi ruang UGD masih berjalan sendiri tanpa bantuan kursi roda.
Istri korban, Sulyati, menjelaskan kepada awak media bahwa ia datang bersama suaminya ke UGD dalam keadaan suaminya masih bisa berjalan sendiri
“Suami saya masuk UGD jam 12.40 WIB tanpa bantuan, tanpa kursi roda. Masih bisa jalan sendiri,” kata Sulyati.
Namun setelah meminum obat yang diberikan pihak rumah sakit, kondisi Suparno memburuk drastis dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.09 WIB. Belum sampai satu jam sejak masuk UGD.
“Setelah minum obat dari RS, tak berselang lama suami saya meninggal. Sebagai istri, saya tidak terima suami saya meninggal seperti ini,” tegas Sulyati. Senin, 28 September 2026.
Terpisah Humas rumah sakit Maria regina Umi Yati saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan bahwa obat yang diberikan saat tindakan adalah berupa obat jantung.
Mirisnya saat awak media menanyakan apa diagnosa pasti pasien Suparno sehingga diberikan obat jantung, Humas terkesan kebingungan menjawab pertanyaan tersebut dan tidak bisa menjelaskan secara rinci.
Hal inilah yang membuat keluarga semakin mempertanyakan prosedur penanganan pasien di rumah sakit tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Maria Regina belum memberikan keterangan resmi tertulis terkait penyebab pasti kematian pasien. (Ek)


















Discussion about this post