PANARAGAN (TransLampung.ID)-
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Sebut, Proyek pekerjaan rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi (D.I) 8 Titik di Tubaba, diduga gagal perencanaan, pengerjaan asal jadi, bahkan tidak bermanfaat bagi masyarakat. Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) R.I diminta bertindak.
Hal tersebut ditegaskan Ketua DPRD Tubaba Busroni,. SH, didampingi Ketua Komisi III Edi Anwar, bersama Wakil Ketua Komisi III Sugara Jaya Rades saat melakukan peninjauan terhadap dua titik pembangunan D.I di Tiyuh (Desa) Gedung Ratu, dan Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten setempat. Kamis (18/6/2026).
Ketua Komisi III Edi Anwar mengatakan. Setelah pihaknya meninjau 2 dari 8 titik pembangunan D.I yang ada di Tubaba, Komisi III meminta pihak PT Brantas Abipraya dan BBWS Mesuji Sekampung agar bisa membuka diri, bahkan 8 titik D.I yang dibangun tersebut harus diperbaiki dan dibenahi secara menyeluruh, meski pekerjaan itu dari Pusat dan Provinsi, tetapi lokasi pembangunan ada di wilayah Tubaba.
“Tujuan pembangunan jaringan irigasi D.I ini tatkala di musim kemarau produktif sawah di sekitar tetap bisa dilakukan penanaman, tetapi ini kan tidak bisa. Jadi pekerjaan ini dapat kami simpulkan bahwa sejak perencanaan nya sudah gagal, pembangunan asal-asalan, dan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat” Kata Edi Anwar.
Oleh karenanya kata dia, kami sebagai perwakilan rakyat minta proyek tersebut segera dibenahi, karena informasi semua proyek itu bermasalah, perencanaan nya tidak matang, kami yakin tujuannya baik tetapi pelaksanaan atau praktiknya yang tidak benar.
“Dalam waktu dekat kita akan memberitahu ke Provinsi melalui lembaga terkait seperti DPRD Komisi IV dan BBWS bahwa proyek ini tidak benar realisasi nya. Kita bicara fakta, oleh karenanya kita meminta kepada pejabat berwenang di Provinsi agar semuanya diperbaiki karena ini adalah uang negara bukan pribadi, lembaga yang terkait harus bisa bertanggung jawab” Tugasnya.
Sementara terkait pembangunan D.I dititik Way Nurik di Tiyuh (Desa) Gunung Katun Tanjungan, juga kami disampaikan proyek gagal perencanaan karena sama sekali tidak ada asas manfaatnya untuk masyarakat.
“Hasil turun ke lokasi ini akan kami sampaikan kepada ketua DPRD. Kemudian kami akan bersurat ke pihak-pihak berwenang di Provinsi bahkan pemerintah pusat untuk dievaluasi, dibenahi, dan diperbaiki semua di 8 titik yang ada di Tubaba” Jelasnya.
Lanjut dia, berdasar pantauan di lokasi saluran irigasi Daerah Irigasi D.I Way Gemol di Tiyuh Gedung Ratu, memang tengah tampak dilakukan perbaikan, tetapi kita harapkan harus benar-benar sesuai jangan terulang kembali, nanti baru berapa bulan sudah kembali rusak dan tidak dapat dimanfaatkan warga.
Menanggapi itu Dedi, selaku pelaksana dari PT Brantas Abipraya, mengatakan. Pihaknya telah melakukan perbaikan sejak hari Sabtu lalu 13 Juni 2026. Targetnya seminggu perbaikan ini, hanya ada beberapa kendala soal mendatangkan material. Terkait perbaikan ini apakah dari retensi atau anggaran baru, kami kurang paham, karena hanya pelaksana.
“Untuk perbaikan saya dapat perintah satu titik ini saja yaitu saluran irigasi Daerah Irigasi D.I Way Gemol di Tiyuh Gedung Ratu, dan beberapa waktu lalu turun dengan pihak BBWS juga memang satu titik ini saja” Kata Dedi.
Menurutnya, saat ini yang perbaikan adalah pondasi saluran U-Ditch diperbaiki dengan dipasang pondasi Bronjong dengan dua trap, dan juga kita perbaiki bendungannya yang telah retak, diperbaiki juga dengan batu.
“Proyek ini sebenarnya sudah selesai semua waktu itu. Proyek ini dikerjakan Brantas di bulan Januari akhir dan selesai di bulan Februari 2026. Pekerjaan ini kontraknya satu kontrak, cuma beda-beda lokasi, untuk perbaikan ini tidak ada teken kontrak” Jelasnya.
Dia mengaku, terkait kontrak yang lalu dirinya tidak tahu, begitu juga dengan anggaran baik yang awal waktu itu sampai yang perbaikan sekarang, kami tidak tahu. Namun, untuk pekerjaan saat ini setahu kami sekitar 500 meter pemasangan U-Ditch saja sesuai seperti ini dari awal RAB nya dari PT Brantas Abipraya.
“Untuk secara detail speknya kami tidak tahu, karena keterbatasan informasi, saya hanya sebagai pengawas atau pelaksana saja di lapangan” Elaknya. (Dirman)

















Discussion about this post