PANARAGAN (TransLampung.ID)- Skripsi merupakan karya tulis ilmiah hasil penelitian lapangan atau studi pustaka yang disusun oleh seluruh mahasiswa sebagai syarat mutlak menjelang kelulusan jenjang Strata 1.
Pasti, setiap Skripsi identik membahas permasalahan atau fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan kaidah ilmiah, bertujuan untuk menguji kemampuan analitis dan kontribusi akademis mahasiswa.
Sama halnya yang dilakukan oleh alumni jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung (Unila) jenbolan tahun 2024-2025 Jenita Agma Putri S.IP, yang merupakan Sarjana Ilmu sosial dan Politik telah melakukan penyusunan Skripsi di tanah kelahirannya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menjelang pemilihan kepala Daerah (Bupati) melawan Kotak Kosong (KoKo) pada tahun 2024 kala itu..
Tentu, penyusunan skripsi tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, karenanya tidak sedikit dari sejumlah mahasiswa menggunakan jasa dalam pengerjaannya.
Berbeda dengan Jenita Agma Putri, anak sulung dari satu diantara anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tubaba sebut saja namanya Agus Tomi, akrab sapaan Agus Tea, dia sangat optimis untuk mengerjakan tugas akhir kuliahnya tersebut, meski sedikit melelahkan.
Langkah awal proses penyusunan Skripsi. Jenita Agma Putri, memulai dengan melakukan pendataan terhadap sejumlah tokoh di Tubaba. Tentunya, materi yang dia susun berdasarkan arahan dari dosen pembimbing Skripsi.
Misi utama penyusunan Skripsi. Jenita agama Putri, adalah “Fenomenal Pemilihan Kepala Daerah Melawan Kotak Kosong” dimana, dia harus mencari dan menggali berbagai pandangan dari narasumber yang dianggap cukup kompeten.
Selain Calon Bupati kala itu, Novriwan Jaya dan Nadirsyah, Team pemenangan Kotak Kosong, Ketua DPRD Tubaba Busroni, Ketua Partai,
Tokoh agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan sejumlah Kelembagaan Organisasi, hingga mantan Bupati Tubaba Umar Ahmad, juga tak luput untuk dijadikan narasumber.
Setelah melalui waktu yang dirasa cukup, hasil wawancara Jenita Agma Putri, terhadap seluruh narasumber yang berhasil ia temui, data itupun dikemas sedemikian rupa untuk diserahkan kepada dosen pembimbing Skripsi, agar ditelaah keabsahannya.
Seiring waktu kian berlalu, tugas Skripsi telah dirampungkan. Jenita Agma Putri, tidak pernah berfikir jika hasil kajian ilmiahnya di lapangan akan dikemas menjadi sebuah Buku yang berjudul “DEMOKRASI SEMU” (PSEUDO DEMOCRACY) tentunya, buku tersebut diterbitkan agar dijadikan referensi bacaan untuk semua kalangan dari berbagai elemen.
Kini Buku hasil kajian ilmiah tersebut sebagian telah dihibahkan di Perpustakaan Daerah provinsi Lampung, bahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tubaba.
“Alhamdulillah semoga buku tersebut dapat bermanfaat bagi orang orang yang sudah membacanya” Kata Jenita melalui pesan Whatsappnya. (Dirman)

















Discussion about this post