Translampung.id, Kalianda – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan berikan sosialisasi bahaya kebakaran dan pencegahan kebakaran di Kejaksaan Negeri Kalianda, Kamis (18/9/2025).
Acara yang berlangsung di Aula Kejaksaan tersebut, di ikuti sekitar 50 pegawai jajaran Kejaksaan Negeri termasuk penjaga pos keamanan.

Dalam sosialisasi tersebut, Sefri memberikan penjelasan tentang faktor penyebab terjadinya kebakaran serta cara pencegahannya.
“Alhamdulillah pada hari ini kami memberikan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di Kejaksaan Negeri Kalianda, termasuk juga cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta cara memadamkan api ketika terjadi kebakaran pada kompor,” ujar Sefri.
“Kami berupaya sebanyak mungkin masyarakat faham akan bahaya kebakaran dan bagaimana cara pencegahannya. Kami lakukan sosialisasi mulai dari tingkat PAUD, SMP, SMA, maupun pada Dinas Instansi,” tambah Sefri.
Sefri menjelaskan, kebakaran bisa terjadi karena faktor alam, seperti cuaca ekstrim, juga sering terjadi karena faktor kelalaian manusia.
“Dari 67 peristiwa kebakaran yang terjadi di Lampung Selatan sejak Januari hingga September 2025, penyebab kebakaran yang sering terjadi adalah karena korsleting arus listrik,” jelas Sefri.
“Oleh karenanya, gunakan alat listrik yang berstandar. Terlebih, bagi kita yang meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, cek, apakah listrik aman, kompor sudah dimatikan,” tambah Sefri.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Suci Wijayanti, S.H., M.Kn menjelaskan bahwa tujuan mengundang Damkar adalah untuk memberikan pemahaman kepada seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Lampung Selatan akan bahaya kebakaran dan bagaimana cara mencegah dan menanganinya.
“Untuk keamanan dan kenyamanan kantor. Kita berharap, musibah itu tidak pernah terjadi. Tapi kita juga tidak pernah tau musibah itu kapan datangnya. Oleh karenanya, sebagai manusia kita berupaya bagaimana musibah itu jangan pernah terjadi dan jikapun terjadi bagaimana cara kita untuk menanganinya, apa yang harus kita lakukan,” ujar Suci Wijayanti.
“Dengan hadirnya Damkar memberikan sosialisasi, setidaknya jajaran kami faham cara mencegah agar kebakaran tidak terjadi, serta faham cara penggunaan tabung APAR,” pungkasnya.(Johan/Rls)
















Discussion about this post