KOTA METRO, TRANSLAMPUNG.ID – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyampaikan pencapaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke masyarakat.
Di mana hingga 26 Agustus 2025 tercatat persentase CKG mencapai 7,5 persen atau sebesar 13.586 jiwa. Adapun target pencapaian CKG di Kota Metro ini sebesar 20 persen dari jumlah penduduk di kota setempat.
Kepala Dinkes Kota Metro Eko Hendro Saputro melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Daniel, mengatakan bahwa melalui puskesmas pihaknya terus gencar melakukan program CKG ke masyarakat. CKG ini tersebut lakukan melalui masing-masing puskesmas se-Kota Metro.
“Jadi masyarakat bisa memeriksakan kesehatan secara gratis ini, dengan datang langsung ke puskesmas,” terangnya.
Menurutnya, untuk target pencapaian CKG di tingkat pusat sebesar 36 persen. Sementara untuk tingkat provinsi sebesar 30 persen, dan untuk Kota Metro sebesar 20 persen.
Oleh karenanya dalam upaya meningkatkan capaian CKG tersebut, kata Daniel, sejak awal Agustus pihaknya juga telah turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada siswa.
Terlebih capaian 7,5 persen CKG di Kota Metro tersebut belum termasuk pemeriksaan di tingkat sekolah. Ini mengingat proses penginputan data belum selesai di tingkat puskesmas.
“Jadi capaian 7,5 persen ini belum termasuk CKG anak sekolah. Karena CKG dilaksanakan mulai dari awal Agustus sampai dengan 31 Agustus,” katanya.
“Kemudian masing-masing puskesmas masih dalam proses entri data. Mudah-mudahan setelah puskesmas ini selesai memasukkan data, persentase capaian ini akan meningkat,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan melalui program CKG tersebut diperuntukan bagi seluruh masyarakat, mulai dari bayi hingga lanjut usia (Lansia).
“Jadi kalau dulu CKG ini kan hanya diperuntukkan bagi warga yang berulang tahun, namun saat ini semua warga bisa mendapatkan layanan CKG, mulai dari bayi hingga lansia,” terangnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa pemeriksaan CKG tersebut meliputi skrining awal pemeriksaan kesehatan. Mulai dari pengecekan tensi darah, tinggi badan, berat badan, dan lainnya.
“Jika dari hasil pemeriksaan ini diketahui ada indikasi kegemukan atau penyakit lainnya, maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Misalnya terindikasi gula darah maupun penyakit lainnya,” jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, jika nantinya dari hasil skrining awal tersebut diketahui adanya indikasi penyakit berbahaya, maka pasien akan mendapatkan tindakan lebih lanjut.
“Jika nanti ada indikasi penyakit berbahaya, misalnya TB Paru, maka akan ditindaklanjuti dengan pengobatan lanjutan ke puskesmas maupun rumah sakit,” paparnya.
Diakuinya, pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan awal terhadap indikasi penyakit berbahaya.
“Jadi pelaksanaan CKG ini bukan sekedar ceremoni, tetapi skrining awal dalam pencegahan penyakit,” tegasnya.
Tidak hanya itu, selain pelaksanaan kegiatan CKG, pihaknya juga rutin melaksanakan Home Care dengan turun langsung ke masyarakat.
“Kita juga menyiapkan layanan Publik Safety Center (PSC) dengan Call Center 119. Kita menyiapkan pelayanan ini hingga 24 jam, dengan dibagi menjadi 3 sif. Jadi jika kejadian darurat, warga bisa menghubungi nomor call center ini,” terangnya.
Ia menambahkan untuk meningkatkan capaian CKG tersebut, pihaknya juga telah aktif mensosialisasikan ke masyarakat melalui camat dan lurah.
Kendati begitu ia mengakui bahwa program tersebut masih terkendala, karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya.
“Masyarakat masih banyak yang enggan memeriksakan kesehatannya, karena mereka merasa masih sehat badannya. Jadi enggan datang ke puskesmas. Meski begitu sosialisasi terus gencar kami lakukan, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (Ria Riski A.P)


















Discussion about this post