KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Metro terus meningkat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro tercatat angka kasus DBD hingga pertengahan Mei mencapai 318 kasus. Jumlah tersebut cukup tinggi bila dibandingkan hingga akhir tahun 2024 yang mencapai 735 kasus.
Jumlah kasus DBD yang disebabkan oleh Virus Dengue dari gigitan nyamuk Aedes Aegepty tersebut melesat jauh bila dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya mencapai 112 kasus.
Dikonfirmasi awak media Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra mengakui bahwa angka kasus DBD memang cukup tinggi di tahun ini.
“Angka kasus di Kota Metro itu tinggi sekali, ada 735 kasus di tahun 2024. Di Prasanti Kelurahan Metro itu ada 32 kasus. Karena itu Pak Wali tadi terjun langsung ke Prasanti untuk memberikan edukasi ke masyarakat,” terangnya pada Jumat 16 Mei 2025.
Menurutnya, upaya penanggulangan dapat dilakukan dengan partisipasi masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk.
Diakuinya bahwa pemberantasan penyakit demam berdarah tidak dapat berhasil tanpa partisipasi masyarakat.
“Pemerintah hanya memfasilitasi dan masyarakat yang membersihkan lingkungannya sendiri,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar setiap rumah memiliki satu orang juru pemantau jentik.
“Sehingga di setiap satu rumah, tidak beresiko penyebaran penyakit demam berdarah,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Metro, Verawati Nasution menjelaskan, di tahun 2025 angka kasus DBD melonjak tajam pada bulan Februari.
Di mana jumlah kasus DBD di bulan Februari menjadi yang tertinggi yang mencapai 138 kasus. Jumlah tersebut meningkatkan dari bulan Januari yang mencapai 117 kasus.
“Kemudian turun menjadi 38 kasus pada bulan Maret. Lalu, selama April hingga pertengahan Mei tercatat 25 kasus,” jelasnya.
Lebih lanjut, Vera mengemukakan bahwa upaya pencegahan dilakukan dengan dikeluarkannya surat edaran Wali Kota. Isinya tentang kewaspadaan terhadap kasus DBD dan potensi kejadian luar biasa (KLB). Sekian itu juga kewaspadaan Penyakit Chikungunya.
Menurutnya, upaya pencegahan juga telah dilakukan dengan mendistribusikan logistik penanggulangan DBD ke 11 Puskesmas di Kota Metro. Kemudian melakukan edukasi masif ke masyarakat mengenai gerakan PSN 3M Plus.
“Kita ingin menghidupkan kembali semangat satu rumah satu jumantik atau juru pemantau jentik,” katanya.
Tidak hanya itu, upaya lain dilakukan dengan surveilans demam dengue, menjalin koordinasi lintas sektor, dan intensif dalam promosi kesehatan.
“Kita juga melibatkan RT, RW, sekolah, dan tokoh agama agar pencegahan bisa menyentuh seluruh lapisan warga,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, jika mengalami gejala DBD.
“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan tempat-tempat penampungan air. Kemudian juga menutup rapat wadah penyimpanan, serta memanfaatkan larvasida jika diperlukan,” tutupnya. (Ria Riski A.P)


















Discussion about this post