KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro memastikan sebanyak 23 Fasilitas Kesehatan (Faskes) tetap akan beroperasi selama 24 jam saat perayaan Lebaran.
Adapun faskes yang akan beroperasi selama Lebaran diantaranya rumah sakit, puskesmas, dan posko pelayanan kesehatan.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra dikonfirmasi awak media, pada Selasa 26 Maret 2025.
Ia mengatakan, operasional faskes selama libur Lebaran dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal selama mudik lebaran.
“Untuk pelayanan mudik kita menyiapkan tim medis kita pada tiga titik. Diantaranya dua posko pengamanan dan satu posko pelayanan,” terangnya.
Selanjutnya, pihaknya juga menyiapkan tim dengan dua shift. Tim tersebut telah dijadwalkan agar layanan tetap berjalan maksimal.
Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan tenaga medis dan paramedis yang akan berjaga selama 24 jam.
Para petugas tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis. Ini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk kepada pemudik yang melintas di Kota Metro.
“Kita juga menyiapkan tenaga medis, paramedis, serta ambulans mobile yang dapat digunakan dalam kondisi darurat,” ujarnya.
“Ambulans ini akan disiagakan di titik-titik yang telah ditentukan untuk mempercepat respons terhadap kejadian gawat darurat,” bebernya.
Ia menjelaskan, untuk pelayanan kesehatan di puskesmas selama libur Lebaran juga akan tetap berjalan dengan sistem piket.
“Jadi meskipun hari raya Idul Fitri, masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan medis di puskesmas terdekat,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya akan memberlakukan jadwal piket. Sehingga masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan layanan kesehatan di puskesmas, masih bisa mendapat pelayanan.
“Kami pastikan masyarakat Kota Metro tidak akan kehilangan akses kesehatan selama masa libur Lebaran ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama libur Lebaran pihaknya juga menyiapkan sembilan rumah sakit yang siap selama 24 jam.
Kemudian juga 11 puskesmas dan dua klinik juga akan disiagakan.
“Sebenarnya rumah sakit yang disiagakan itu sudah memiliki layanan kegawatdaruratan yang memadai. Semua rumah sakit dan puskesmas yang kami siapkan telah terakreditasi Paripurna. Sehingga masyarakat bisa tenang, karena layanan kesehatan tetap berjalan optimal,” tukasnya. (Ria Riski A.P)


















Discussion about this post