translampung.id, TANGGAMUS – Memanfaatkan masa reses tahap I, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung Komisi III Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Heni Susilo, M.Pd. lakukan hal yang anti-mainstream.
Politisi asal Tanggamus itu mengunjungi dan berdialog dengan para suster (biarawati) Kongregasi Fransiskanes dari Santo Georgius Martir (FSGM) yang telah purnatugas di Rumah Bahagia Vita Gracia Gisting, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (28/2/2024).
Sungguh nuansa dan pemandangan yang menyejukkan hati. Betapa tidak, seorang anggota legislatif dari PKS bisa berdialog bersama dengan para biarawati Katolik yang sudah berusia senja. Terlebih rumah bahagia (susteran) itu, menjadi tempat bagi para suster FSGM yang telah memasuki masa purna tugas setelah mengabdikan diri dengan tulus di berbagai tempat karya dan misi mereka.
Dalam kunjungannya, Heni Susilo yang berangkat dari Daerah Pemilihan Tanggamus, Lambar, dan Pesisir Barat itu membawa buah tangan sebagai tanda kasih untuk para suster purnatugas. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi mereka selama ini.
“Saya sungguh merasa terhormat bisa bersilaturahmi dengan para suster yang telah mengabdikan hidupnya untuk melayani. Ini adalah momen untuk berbagi kebahagiaan dan menunjukkan bahwa kita selalu menghargai jasa mereka,” ujar Ketua PKS Tanggamus itu.

Pembimbing di Vita Gracia Gisting, Suster Marian, FSGM menyambut baik kunjungan Heni Susilo dan menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan Bapak Heni Susilo. Kehadiran beliau menjadi penghiburan bagi para suster di sini. Harapan kami, silaturahmi ini dapat terus terjaga,” tuturnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap para purnatugas harus terus dijaga. Dengan silaturahmi yang erat, semangat kebersamaan tetap hidup, menghangatkan hati mereka yang telah menghabiskan hidupnya dalam pengabdian.
Di akhir kunjungannya, wakil rakyat kelahiran Klaten, 27 Desember 1970 itu menyampaikan tentang pentingnya perhatian dari pemerintah daerah dalam bentuk program serta anggaran, sebagai bentuk penghormatan pemerintah terhadap para pembina rohani yang telah purnatugas dalam mengabdi dan melakukan pembangunan, khususnya di bidang keagamaan. (ayp)


















Discussion about this post