METRO – Rino Panduwinata kembali terpilih menahkodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro periode 2024-2027.
Rino Panduwinata terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kota (Komferkot) VII, yang digelar di Wisma Haji Alkhairiyah Kota Metro, Rabu (28/2/2024).
Dalam sambutannya, Rino mengharapkan dukungan penuh dari seluruh anggota untuk bersama membangun PWI Kota Metro. Terlebih banyak program yang sudah disusun untuk kemudian dilaksanakan kedepan.
“Saya manusia biasa dan banyak kekurangan, dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Mohon bimbingan dari semuanya, teman-teman dan penasehat PWI,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah mengatakan bahwa anggota PWI harus terus bergerak. Kemudian beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kita harus cepat adaptif dengan kemajuan teknologi. Sekarang ini ada Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kalau kita tidak segera memahaminya kita akan terlindas,” ujarnya.
Menurutnya, di era saat ini beberapa peran-peran wartawan sudah banyak digantikan oleh AI, khususnya dalam membuat artikel.
“Itu yang maksud saya kita harus cepat meningkatkan kualitas. Selain itu juga mutu untuk berproses dan beradaptasi dengan teknologi saat ini,” katanya.
Karenanya ia berpesan, PWI Kota Metro kedepan harus memprioritaskan pengembangan SDM. Terutama melalui pendidikan dan pelatihan sebagai program kerja.
“Jika ada sepuluh program, satu sampai sembilannya itu pendidikan dan pelatihan, sedangkan yang ke sepuluh untuk lain-lain,” katanya.
“Jadi saya mengimbau kepada seluruh anggota PWI di Lampung, ketika menggelar kegiatan itu berorientasi terhadap pendidikan dan pelatihan,” pesannya.
Diakuinya, bahwa perkembangan teknologi jika tidak dibarengi dengan perkembangan wartawan, maka akan tertinggal. Karena itu wartawan harus terus meningkatkan mutu dan kualitasnya.
Karenanya, seluruh anggota PWI di Lampung wajib mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Terlebih uji kompetensi juga diwajibkan oleh dewan pers.
“PWI adalah konstituan dewan pers, maka bagi PWI adalah wajib. Siapapun yang ingin menjadi anggota biasa PWI, dia harus ikut uji kompetensi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa uji kompetensi wartawan adalah profesi dan erat kaitannya dengan kompetensi.
“Karena narasumber akan yakin kepada kita, bahwa kompetensi kita adalah wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi,” ungkapnya.
Sementara itu, selain profesionalitas wartawan, kode etik bagi anggota PWI juga harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota PWI Metro dapat menjalankan kode etik.
“Semua profesi itu adalah pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan itu adalah profesi. Profesi itu berkaitan erat dengan adanya kode etik, bagi kita kode etik itu dibuat supaya kita tidak arogan,” ujarnya.
Wirahadikusumah juga mengemukakan bahwa posisi PWI merupakan konsituen dewan pers. Karena itu, setiap wartawan yang akan menjadi anggota biasa diwajibkan mengikuti UKW.
“Kita wartawan sebagai profesi harus punya kompetensi. Kompetensinya itu diuji dan sudah ditetapkan oleh dewan pers,” ujarnya lagi.
“Sementara dewan pers itu adalah lembaga negara yang dibentuk melalui Keputusan Presiden,” paparnya.
Ia menambahkan, PWI yang sebagai salah satu konstituen dewan pers juga mengikuti aturan yang sudah diberlakukan oleh dewan pers.
“Maka UKW di PWI wajib hukumnya. Tidak bisa menjadi anggota biasa PWI, kalau dia tidak ikut uji kompetensi,” tukasnya.
Walikota Metro, Wahdi yang hadir dan membuka kegiatan mengapresiasi gelaran Konferkot VII PWI Kota Metro. Ia menyebut hadirnya PWI sebagai pilar ke-4 demokrasi mampu memberi warna bagi Kota Metro.
“Yang pertama PWI adalah merupakan empat pilar demokrasi, empat pilar pembangunan. Maka empat pilar itu yang menyangga lebih kokoh,” bebernya.
Tak hanya itu, tambah Wahdi bahwa pembangunan di Metro dapat berjalan dengan baik berkat keterlibatan insan pers.
“Tidak mungkin pembangunan akan berjalan kalau tidak ada koreksi dan kontrol sosial, itu peran media. Media juga berperan dalam memberitakan sesuatu yang positif,” pungkasnya.
Berikut struktur baru kepengurusan PWI Kota Metro periode 2024-2027 :
Penasehat
– Habriansyah
– Naim Emel Prahana
– Suprayogi
– Abdul Wahab
– Setiya
– Yuzar Ansyori
– Arif Budi Sulistyo
– Ali Imron Muslim
– Bambang Hermanto
Ketua : Rino Panduwinata
Wakil Ketua : Riswan Saputra
Sekertaris: Adipati Opi
Wakil : Roland Sanjaya
Bendahara : Dedi Saputra
Wakil Bendahara : Bambang Pamungkas
Seksi Organisasi:
– Hermiza
– Haryanto Putra Lasai
– Ria Riski Armania Putri
Seksi Pendidikan:
– Angga Nurdiansyah
– Arby Pratama
– Misaf Khandiasih
Seksi Ekonomi, Sosial dan Kesejahteraan:
– Edi Suranto
– Rendro Pratikno
Seksi Pemerintahan, Hukum, Hankam dan Politik:
– Hi. Darmanto
– Sony Samatha
– Gatot Subroto
Seksi Pariwisata, Seni dan Kebudayaan:
– Johansyah
– Yoyok Wahyudianto
– Efril Hadi
Seksi Pengelolaan dan Aset:
– Martin Pasuko Dewo
– Asep Mustofa
– Aliando
Seksi Kedaulatan, Pertanian dan Perikanan:
– Ade Gunawan Yuliarto
– Ricard Maylady
– Indra Simanjuntak
Seksi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga:
– Andriyo
– M. Zen
– Syaheri
Seksi Pemuda dan Olahraga:
– Indarjo Gunawan
– Mozes Rotama
– Decky Aktawinandar
Seksi Dokumentasi dan Publikasi:
– Fredi Kurniawan Sandi
– Ferdi Genta Pratama
– Ahmad Eka Saputra
Seksi Media Online/Cyber:
– Roni ZA
– Arif Purnomo Adi
– Samino
– Agung Heri Santoso. (Ria)

















Discussion about this post