RADARMETRO – Pasca hujan deras yang menguyur Kota Metro membuat sejumlah wilayah di kota setempat kembali terjadi banjir.
Ini terutama di wilayah Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat. Menindaklanjuti laporan tersebut Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) langsung meninjau ke lapangan.
Dikonfirmasi awak media, Bangkit mengatakan telah menyusun langkah dalam mengatasi masalah banjir di wilayah setempat.
Langkah ini dilakukan merencanakan pembangun jalur air dan kolam retensi khususnya di wilayah rawan banjir tersebut.
“Jadi nanti bakal dilakukan perbaikan jalur air yang ada di RT 18 RW 04 Kelurahan Hadimulyo Barat,” terangnya, Jumat (23/2/2034).
Ia menjelaskan bahwa jalur air yang rencananya akan dibangun tersebut akan melintasi jalan Imam Bonjol. Selanjutnya berakhir di anak sungai Way Bunut.
“Jadi langsung menuju Jalan Imam Bonjol dan disalurkan ke anak sungai Bunut. Untuk pemecahan jalur ini yang sedang kita kaji,” jelasnya.
Menurutnya, Dinas PUPR tengah melakukan kajian dan berdiskusi dengan warga setempat. Upaya untuk memecah saluran air tersebut dimungkinkan dilakukan dengan menutupsaluran air.
“Kemudian disalurkan ke Jalan Imam Bonjol, lalu lewat jalan Lukman Tanjung dan berakhir di Anak Sungai Bunut,” paparnya.
Diakuinya, bahwa upaya mengatasi banjir tersebut akan dilakukan mulai tahun ini jika dimungkinkan dapat menggunakan anggaran rutin.
“Itu sedang dihitung. Nah, nanti kalau memang bisa menggunakan dana rutin di 2024,.maka kita gunakan,” ungkapnya.
Meski demikian pihaknya menargetkan masalah penanganan banjir tersebut dapat diselesaikan hingga tahun 2025 mendatang.
“Kalau belum nanti misalnya pemecahannya dulu setengah, mana yang bisa dilaksanakan menggunakan rutin. Tapi dipastikan 2025 akan terbangun,” bebernya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi masalah banjir khususnya di wilayah Metro Pusat, Pemkot berencana melakukan tukar guling tanah milik organisasi keagamaan.
“Kita sedang pendekatan dengan PBNU yang punya lahan di situ. Nanti lahan itu bisa kita fungsikan untuk membuat kolam retensi atau kolam penampungan,” ujarnya.
Meski demikian hingga kini, pihaknya masih menunggu surat balasan terkait rencana tukar guling tersebut.
“Untuk surat sudah kita sampaikan ke PBNU, dan PBNU Cabang Metro mau memberikan tapi masih menunggu dari PBNU pusat,” tukasnya.(Ria)
















Discussion about this post