Translampung.id,KALIANDA – Untuk mendorong peningkatan pengunaan produck dalam negeri, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan mengelar
Businees Matching (Pertemuan pelaku bisnis dengan, calon mitra distribusi, calon mitra supplier, calon mitra pendanaan) produck barang lokal.
Kepala Bidang Pengadaan Barang Jasa Unit Layanan Pengadaan (ULP) sekretariat Pemkab Lamsel, Muhammad Haris menjelaskan, pertemuan tersebut juga untuk pencapaian Indeks tata kelola pengadaan (ITKP) yang predikat yang sangat baik yang diinginkan oleh Pemerintah Pusat.
“Untuk kegiatan pertemuan tersebut direncanakan pada Hari Kamis (18/1/2024) lusa yang bertempat di Kantor bupati,” ungkap Haris, kepada wartawan Translampung, Selasa (16/1/2024).
Pencapaian Indikator yang diinginkan oleh pemerintah pusat, lanjut Haris meliputi, Indikator PDN 40%, pencapain Indikator lokal, pencapaian Indikator E- purchasing 30% dan pencapain Indikator PBJ.
“Ditahun 2022 kometmen PDN Lamsel berdasarkan data tercatat sudah 46 %.Tapi realisasinya baru 36%. Kemudian pada tahun 2023 kometmen PDN sudah 56%.Tapi realisasinya baru 36%,” kata dia.
Untuk ditahun 2024 ini, lanjut Haris Indikator PDN akan meningkat di 70% salah satu upayanya melalui sosialisasi yang akan digelar lusa. Dimana akan melibatkan seluruh PPK Kecamatan dan PPK semua dinas.
“Dalam pertemuan itu juga, pihaknya akan mensosialisasikan tentang tata cara pengadaan barang secara E-katalog dimasing-masing OPD. Dimana selama ini masih terdapat OPD dalam pengadaan barang masih secara manual sehingga berdampak pada rendanya penilaian dari pusat,” ujarnya.
Kedepan, ditambahkan dia semua pengadaan barang akan melalui E-purchasing atau system belanja online.
“Kalau kami (ULP_red) istilahnya hanya selaku penyedia pasar atau lapak, nanti para penyedia baranglah yang akan secara rincin menjual berbagai produck yang akan diinginkan oleh pembeli,” tandasnya.(Johan)


















Discussion about this post