PANARAGAN (translampung.id)– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menyalurkan donasi sebesar Rp.57 juta untuk bantuan terhadap Palestina.
Donasi tersebut diserahkan MWCNU Gunung Agung kepada Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Tubaba, pada Sabtu (02/12/2023).
“Donasi dikumpulkan dari masyarakat Kecamatan Gunung Agung. Program ini sesuai arahan dari PCNU untuk mengumpulkan donasi kemanusiaan di masing-masing ranting NU, dan dananya disetorkan untuk aksi peduli Palestina,” kata Ketua MWCNU Gunung Agung, Widianto, saat dikonfirmasi media.
Menurutnya, hampir seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam memberikan bantuan untuk Palestina.
“Total dana yang kita serahkan hari ini dikumpulkan selama 3 pekan. Ada yang dari Masjid-masjid, Banom-banom NU, Muslimat, Fatayat, PSHT, dan elemen masyarakat lainnya,” jelasnya.
Lanjut dia, nantinya dana yang telah diserahkan ke Lazisnu Kabupaten, akan diteruskan ke Pusat untuk kemudian dikirim ke Palestina.
“Sebenarnya tadi kita serahkan 55 juta, tapi ini sudah ada lagi tambahan jadi 57 juta. Jadi dana yang dari masyarakat dikoordinir oleh MWCNU, diserahkan ke Lazisnu Kabupaten, dan nantinya diteruskan ke Pusat. Kami berharap kedepannya kepedulian terhadap saudara muslim di Palestina dapat terus meningkat, dan Palestina segera merdeka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lazisnu Tubaba, Arif Hidayat, menyampaikan, bahwa meski warga Negara Indonesia dengan rakyat Palestina terpisah oleh jarak yang jauh, bukan berarti menjadi halangan untuk mewujudkan rasa kepedulian sebagai sesama umat muslim dan manusia atas penderitaan yang masih dialami saudara – saudara di Palestina.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian kita kepada Palestina, saya sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat khususnya di Kecamatan Gunung Agung yang telah memberikan bantuan untuk Palestina. Mari bersama-sama kita juga berdoa, semoga Palestina bisa segera merdeka dan merasakan hidup dengan damai,” pungkasnya. (D/r)



















Discussion about this post