MESUJI – Setiap usaha yang ditekuni dan dijalani dengan tekun, pasti akan menghasilkan rezeki. Tinggal bagaimana cara kita mensyukuri nikmat rezeki yang didapat baik sedikit maupun banyaknya pemberian dari Tuhan.
Demikian petuah yang dikatakan Syamsul (49) pedagang mie ayam keliling di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji yang memberi nama dagangannya dengan nama Istighfar.
Syamsul merupakan warga Desa Berasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya, membuktikan sendiri petuah itu kala menggeluti usaha menjual mie ayam keliling dari desa ke desa ini sejak puluhan tahun silam. Alhasil dia mampu mengumpulkan rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk keluarganya dan menyekolahkan ketiga anaknya hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, dengan usaha menjajakan mie ayam dengan cara keliling ini, rezeki selalu ada dari pembeli. Di syukuri dan dijalani dengan pekerjaan ini,” ucap Syamsul, ketika mampir di Kantor Sekretariat PWI Mesuji, Selasa (1/11/2023).
Syamsul, pria asal Pemalang Jawa Tengah ini menggeluti menjual mie ayam dengan berkeliling dari desa ke desa ini sejak Tahun 2007 di wilayah Kabupaten Mesuji.
“Sejak tahun 2007 saya berjualan, sebelumnya saya merantau di Tangerang. Dan sekarang saya menetap di Mesuji dengan pekerjaan berjualan mie ayam ini,” kata Syamsul
Disisi lain, More Situmorang salah satu pelanggan setia mie ayam keliling ini mengaku sering menyantap mie ayam racikan Syamsul ini ketika melintas di wilayah Brabasan. Selain harganya terjangkau, cita rasa mie ayam istighfar buatan Syamsul tersebut tak kalah dengan mie ayam yang dijajakan ditempat mewah.
“Selain harganya terjangkau, rasanya pun lezat, tidak kalah dengan pedagang mie ayam lainnya. Saya sudah lama jadi pelanggan mie ayam Syamsul ini, dan selalu kangen dengan mie ayam buatan beliau jika sudah lama tidak menyantapnya,” ujarnya.(nara)















Discussion about this post