PANARAGAN (translampung.id)– Menderita Tumor Paru, Ismail (64) warga Tiyuh (Desa) Tirta Makmur RT 14 RW 04, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, membutuhkan bantuan atau uluran tangan dari Pemerintah maupun para Dermawan.
Pasalnya, ekonomi keluarga yang terbatas membuat Ismail kesulitan untuk berobat sebagaimana yang telah disarankan oleh Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.
Didampingi anak dan istrinya, Ismail menceritakan, bahwa awal mula dirinya tahu terdapat Tumor di Paru-paru nya berawal saat ia mengalami batuk-batuk yang tiada henti pada bulan Januari 2023.
“Batuknya tidak sembuh – sembuh disertai kesulitan bernafas, akhirnya bulan Januari itu juga saya langsung diantar keluarga berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke RS Asy – Syifa untuk di rongten. Namun, hasil rontgen itu baru kami ambil setelah 6 bulan kemudian,” kata Ismail, saat dijumpai media di kediamannya, Jumat (24/11/2023).
Lanjut dia, pada bulan Agustus lalu, dirinya kembali diantar keluarga berobat di RSUD Tubaba dengan membawa hasil rontgen yang telah dilakukan, dan diketahuilah bahwa ada Tumor di Paru-paru.
“Setelah itu, saya langsung dirujuk ke RSUD Menggala dan dirawat semalam, lalu di rujuk lagi ke RS Ahmad Yani Metro untuk di scan dan memastikan penyakit Tumor. Lalu, sekitar bulan Oktober kemarin saya direkomendasikan RSUD Tubaba untuk dirawat dan Kemo di RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, tetapi karena keterbatasan biaya, maka dirinya dan keluarga memutuskan tidak melakukan Kemo, hanya sebatas minum obat dari apotek saja.
“BPJS Kesehatan saya ada, tapi selain pengobatan tentu perlu biaya transportasi, makan minum keluarga selama menunggu saya saat dirawat, dan lain-lain,” terangnya.
Sementara itu, anak Ismail, Adi Irawan, mengungkapkan kondisi ayahnya yang semakin memburuk sejak satu hingga dua bulan belakangan ini. Bahkan, Tumor Paru itu sudah tumbuh hingga keluar dada.
“Kami berharap ada bantuan dan perhatian dari Pemerintah atau lembaga-lembaga yang membidangi, karena kami benar-benar tidak mampu untuk membawa ayah berobat ke tempat yang lebih jauh,” pungkasnya. (D/r)

















Discussion about this post