TRANSLAMPUNG.ID, METRO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp50 miliar lebih untuk pembangunan Kota Metro tahun 2023. Karenanya DPRD Provinsi Lampung meminta masyarakat untuk mengawal proses pembangunan di Bumi Sai Wawai.
Demikian disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Watoni Noerdin, dalam Reses DPRD Provinsi Lampung di Aula Kantor Pemkot Metro, Selasa (28/2/2023). Ia mengatakan, ada beberapa aspirasi masing-masing daerah yang sudah disampaikan tahun lalu. Salah satunya saat ini lebih kurang ada Rp50 miliaran lebih anggaran yang dialokasikan untuk Kota Metro.
“Itu terdiri dari satu infrastruktur jalan, kemudian pendidikan, kesehatan dan sosial. Nah hal-hal ini sangat penting. Tadi banyak masukan juga yang kami terima,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah masukan tersebut terkait dengan pemanfaatan aset untuk menaikkan PAD Kota Metro. Misalnya pemanfaatan terminal di 16c yang saat ini merupakan aset provinsi.
“Kalau misalnya diserahkan sepenuhnya kepada Kota Metro, itu akan mendapat retribusi yang cukup baik dengan mengkatkan pelayanan. Kedua terkait normalisasi sungai ini sebenarnya dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Kendati diakuinya normalisasi tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun bukan berarti pemerintah provinsi tidak dapat tidak bisa melaksanakan.
“Kita akan berkoordinasi dengan Balai Besar Air yang ada di Provinsi Lampung. Nah tadi kita sampaikan, artinya pendangkalan sedimennya itu kan bisa dimanfaatkan lahannya apa tanahnya menjadi pupuk,” jelasnya. (ria)



















Discussion about this post