Blambangan Umpu (translampung.id) – Sebanyak 410 Guru SD dan SMP di Kabupaten Way Kanan mengikuti Pelatihan Bimbingan Konseling jenjang pendidikan dasar bekerjasama dengan Prodi Bimbingan Dan Konseling, FKIP Universitas Lampung di Gedung Serba Guna Pemkab Way Kanan, (28/02/2023).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi didampingi Asisten I Selan. Dari 410 peserta yang mengikuti Pelatihan Bimbingan Konseling jenjang pendidikan dasar tersebut yang terdiri dari 298 Guru SD, Negeri, 19 Guru Sd Swasta, dan 63 Guru SMP, 30 Guru Smp Swasta.
Dalam sambutanya, Velli mengatakan bahwa guru bimbingan konseling atau dengan kata lain guru bimbingan penyuluhan (guru bimpen) memiliki peran penting dalam keberhasilan setiap siswa agar bisa menjalani proses pendidikan di sekolah dengan sebaiknya dan bisa mendeteksi dini perkembangan Psikologi anak
“Tujuan pelatihan ini untuk membekali guru ilmu cara mendeteksi dini perkembangan psikologi anak. Situasi pandemi covid yang kurang lebih terjadi krisis selama 3 tahun, menyebabkan program-program metodologi dan kelancaran dalam kegiatan belajar mengajar Harapan dapat terdeteksi dini. Karena mereka sebagai guru bimbingan konseling lebih dekat dengan siswa disamping dengam guru-guru lainnya”, terangnya.
Masih menurut orang nomor satu di Dinas Pendidikan ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan sangat mengapresiasi dengan kehadiran peserta dalam kegiatan ini mencapai 98 persen, hal ini sangat luar biasa. Inilah suatu bentuk Inovasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan untuk tetap meng-upgrade dan meningkatkan kompetensi guru di semua bidang.
“Pelatihan ini sangat Penting, Mengingat bahwa Keberhasilan setiap Siswa, agar bisa menjalani proses pendidikan di sekolah, dengan baik dan bisa Mendeteksi Dini Perkembangan Psikologi Anak. Tujuan pelatihan ini untuk membekali guru ilmu cara mendeteksi dini perkembangan psikologi anak. Pelatihan ini menurut nya sangat Penting Mengingat bahwa Keberhasilan setiap Siswa, agar bisa menjalani proses pendidikan di sekolah, dengan baik dan bisa Mendeteksi Dini Perkembangan psikologi anak. Selain itu mengingat Bahwa Guru-guru Bimbingan Konseling lebih dekat dengan siswa di samping Guru guru lainnya, apalagi situasi pandemi Covid-19 kurang Lebih 3 tahun, menyebabkan Program-program Metodelogi, kelancaran dalam kegiatan Ajar- mengajar”, imbuh Velli.(Yudi)


















Discussion about this post