LURUSKAN ISU MIRING: Kepala Pekon Tugurejo Eka Juansyah bersama aparat pekon dan perwakilan warga tengah berdiskusi untuk meluruskan isu miring yang tengah menerpa kakon terkait tudingan menyalahgunakan ambulans pekon untuk kepentingan pribadi. (Foto: IST)
translampung.id, TANGGAMUS – Kepala Pekon Tugurejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Eka Juansyah angkat bicara terkait tukasan yang menyeret namanya mempergunakan ambulans pekon untuk kepentingan pribadi. Parahnya lagi, tudingan tersebut sudah terlanjur viral di media sosial (medsos).
Kepala Pekon Tugurejo, Eka Juansyah menegaskan, tukasan alih-fungsi ambulans pekon dipergunakan untuk jalan-jalan atau kepentingan pribadi tidaklah benar.
”Meski begitu, secara pribadi saya tetap memohon maaf kepada masyarakat, atas informasi yang terlanjur berkembang di medsos. Saya akui mungkin saya lalai. Tapi saya tegaskan, saya tidak pernah menggunakan mobil ambulans pekon untuk kepentingan pribadi,” jelas Eka Juansyah saat dikonfirmasi di kediamannya, Jumat (10/2/2023).
Dia juga menerangkan terkait warga Pekon Tugurejo yang terhambat dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah terjadi kecelakaan lantaran mobil ambulans tidak standby di tempat.

”Saat itu, warga saya mengalami kecelakaan dengan warga Banjarnegoro. Kebetulan saat itu, ambulans milik pekon juga sedang digunakan mengantarkan seorang warga saya menjenguk kerabatnya yang sakit di Kabupaten Way Kanan,” beber Eka Juansyah.
Inisiatif meminjamkan mobil ambulans pekon untuk mengantarkan warganya ke Way Kanan, menurut Eka Juansyah juga terpaksa dilakukan. Lantaran warganya itu benarr-benar tak mampu menyewa kendaraan pribadi. Karena alasan kemanusiaan itulah, Eka Juansyah selaku kepala pekon harus mengambil keputusan. Dan ketika ambulans pekon tersebut dipinjam, saat itu belum terjadi kecelakaan antara warga Pekon Tugurejo dengan warga Pekon Banjarnegoro.
”Atas dasar inilah, saya membantah tudingan yang mengatakan kalau ambulans pekon saya gunakan untuk jalan-jalan, itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan hal seperti yang dituduhkan. Karena kalau mau jalan-jalan atau kepentingan pribadi, pastinya saya gunakan mobil atau kendaraan milik keluarga,” terang kakon.
Bantahan Eka Juansyah tersebut, juga dibenarkan oleh Mispan, salah seorang warga Pekon Tugurejo. Untuk diketahui, Mispan merupakan warga Pekon Tugurejo yang meminta izin kepada Kakon Eka Juansyah meminjam ambulans pekon untuk mengantarkannya dan keluarga menjenguk kerabatnya yang sakit parah di Kabupaten Way Kanan.
”Kami berangkat dari sini (Tugurejo, Red) pada Rabu (8/2/2023) sekitar pukul 05.00 WIB. Nah ketika kami sampai Pringsewu, ada informasi warga Pekon Tugurejo mengalami kecelakaan. Waktu itu kami sempat berhenti untuk musyawarah mau bagaimana. Setelah kami musyawarah, kalau kami putar-balik pulang lagi ke Pekon Tugurejo posisi kami sudah tidak mungkin sampai dalam satu jam perjalanan. Kemudian kalau saya harus turun dan menunggu kendaraan umum, saya bingung karena kami benar-benar tidak ada ongkos. Akhirnya disimpulkan kami lanjutkan perjalanan,” beber Mispan.
Dia juga berkisah, kerabat di Way Kanan yang hendak mereka jenguk sebenarnya memang sudah lama sakit. Namun karena kondisi keuangan Mispan yang memprihatinkan, membuat Mispan dan keluarga belum bisa menjenguk.
”Karena itulah saya memberanikan diri mengadukan persoalan ini ke Pak Kakon dan minta tolong sama beliau untuk kiraya dapat mengantar saya dan keluarga menjenguk kerabat di Way Kanan,” ujar Mispan lagi.
Saat ditanya terkait isu ambulans pekon kerap dipakai oleh kakon untuk kepentingan pribadi dan tidak sesuai fungsinya, Mispan pun tegas membantahnya.
”Tidak pernah (Kakon Tugurejo melakukan itu) bang. Karena saya tahu pak kakon itu menggunakan ambulans pekon hanya untuk kepentingan warga. Dan setahu saya, kalau ada warga yang sakit sementara sopir ambulans sedang berhalangan, kepala pekon sendirilah yang jadi sopirnya. Mobil ambulans pekon ini kan milik masyarakat. Jadi kami sebagai sesama warga pekon, saat ada kepentingan mendesak dan ingin meminjam ambulans pekon, selama tidak sedang dipakai mengantarkan warga berobat atau yang lain, tentu akan sangat membantu masyarakat,” Mispan mengakhiri keterangannya. (ayp)

















Discussion about this post