TRADISI TINGKEBAN: PCNU Kabupaten Tanggamus menghelat Tingkeban Massal ibu-ibu hamil dalam rangka Peringatan Satu Abad NU dan melestarikan tradisi Islam yang dihadiri Bupati Tanggamus Dewi Handajani. (Foto-foto: DISKOMINFOSANDI KABUPATEN TANGGAMUS)
translampung.id, TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. menghadiri Tingkeban Massal Ibu-Ibu Hamil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tanggamus dalam rangka Memperingati Satu Abad Nahdlatur Ulama 16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H. Kegiatan yang bertemakan Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Bangsa dipusatkan di Aula Global Nusantra PCNU Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus pada Selasa (7/2/2023).
Dewi Handajani dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia acara, atas terselenggaranya Tingkeban Massal Ibu-Ibu Hamil, yang dilaksanakan dalam rangka Satu Abad NU. Seperti diketahui, tingkeban adalah tradisi selamatan yang dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan. Biasanya kalau di kampung-kampung, salah satu ritual yang dilakukan dalam tingkeban adalah memecahkan cengkir (kelapa muda).
Hamil adalah momen kebahagiaan dan kegembiraan, karena sebentar lagi sosok yang tercinta akan segera hadir di tengah keluarga. Untuk itu, kata Dewi Handajani, ibu hamil membutuhkan pola hidup sehat, agar sang calon bayi mendapatkan kesempurnaan fisik.
”Jagalah emosi ibu-ibu dan penuhi asupan makanan yang baik, karena keadaan bayi di dalam kandungan, tergantung dari kesehatan emosi dan fisik ibunya. Tingkeban massal yang kita laksanakan ini, bagi saya merupakan wujud berbagi kebahagiaan pada ibu hamil yang ada di sini,” ungkap bupati.
Dia melanjutkan, salah satu cara merawat tradisi tingkeban atau mitonan, adalah dengan tujuan mendoakan bayi yang dikandung agar terlahir dengan normal, lancar, sehat, dan dijauhkan dari berbagai kekurangan dan bahaya.
”Kita akan selalu berikan doa yang terbaik bagi calon-calon generasi penerus bangsa ini. Para kiai nanti yang secara khusus akan mendoakan ibu-ibu dan bayi yang dikandung, sebagaimana prosesi tingkeban ini juga ada membaca Al Quran sebagai bentuk doa orang tua untuk anaknya yang akan segera lahir. Pada kesempatan ini, saya sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu serta warga NU seluruhnya, yang selama ini telah mendukung pembangunan daerah dengan telah menjaga suasana yang sejuk dan kondusif. Inilah yang mendorong kami untuk tetap bekerja keras agar pembangunan di segala bidang terus kita laksanakan,” ujar Dewi Handajani.
Bupati berharap kepada masyarakat khususnya warga Nahdlatul Ulama, GP Ansor, Muslimat, Fatayat NU, dan sebagainya, untuk terus menjaga kondisi yang kondusif dan aman di wilayah masing-masing. Kekompakan dan kebersamaan ini harus terus dibina dan ditingkatan, demi tetap terlaksananya segala kegiatan dan pembangunan.
Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus Hi. Samsul Hadi Harun, M.Pd.I. menyampaikan, kegiatan tingkeban massal adalah rangkaian satu abad Nahdlatul Ulama. Dalam kegiaatan tersebut, didoakan ibu-ibu yang sedang hamil, agar kelak akan lahir generasi generasi yang bisa mewarisi semangat, jihad, pembaharuan dari para mu’assis atau pendiri NU.
”Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga tradisi-tradisi Islam ahli sunnah waljamaah dan juga memberikan motivasi dan semangat kepada kita semua. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus terutama kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan jajaran karena telah mengadiri dan mendukung segala kegiatan NU. Khususnya dalam acara memperingati satu abad NU ini. Dalam kegiatan ini, pemerintah daerah juga memberikan beberapa bingkisan kepada peserta tingkeban massal yaitu ibu-ibu hamil,” tandas Samsul Hadi.
Hadir juga dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, S.Ag., Ketua TP-PKK Tanggamus Hj. Sri Nilawati Syafi’i, Ketua GOW/DEKRANASDA Tanggamus Nuraini Hamid Lubis, Rois Surya PCNU Tanggamus KH. Marjuki Amin, Wakil Rois Surya PCNU KH. Ahmad Fadoli, Ketua Jatman KH. Ahmad Mahfud, KH. Ma’mur Ependi, KH. Faizal Muzairi, Kiyai Yazid Ruslan, Kiyai Miftahus Surur, Kiyai Tabrazi, dan Kiyai Hendra, Camat Gisting Purwanti, para Pengurus Cabang NU dan seluruh warga NU serta masyarakat setempat. (ayp)



















Discussion about this post