PANARAGAN (translampung.id)– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menegaskan kepada seluruh kepengurusan atau anggota Pers khususnya yang tergabung di PWI untuk dapat taat terhadap Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) dan Kode Etik Jurnalistik.
Hal itu disampaikan Ketua PWI Tubaba, Dedi Priyono, saat menggelar rapat evaluasi akhir tahun dan penyusunan program kegiatan, di Balai Prof.Bagir Manan Kantor PWI Tubaba, Kamis (29/12/2022).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI Tubaba tersebut, turut didampingi pula oleh Sekretaris Dedi Saputra dan Bendahara M.Shobari bersama Dewan Penasehat Marwan, Indra Jaya Hamzah dan Zainal Arifin, serta para Ketua Bidang dan puluhan anggota.
“Untuk menjaga marwah profesi wartawan dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik di lapangan, para pengurus dan anggota harus dapat mematuhi Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).” Katanya.
Menurutnya, Wartawan PWI harus selalu ingat konstitusi jangan terbelenggu materi, apalagi menyalahgunakan profesi wartawan dan bertentangan dengan KEJ hanya untuk kepentingan pribadi. Wartawan PWI harus ikut mengayomi insan Pers lainnya, serta selalu mengingatkan KEJ.
Dirinya juga menegaskan, bahwa pengurus PWI Tubaba akan menindak tegas jika terdapat anggota yang bekerja melanggar KEJ dan peraturan organisasi, meskipun tujuan PWI juga untuk memberikan bantuan dan perlindungan hukum terhadap anggota.
“Salah satu tujuan PWI adalah memupuk kepribadian wartawan, beriman dan bertakwa kepada tuhan dan taat pada konstitusi. Memupuk kesadaran, komitmen dan berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara. Taat Kode Etik Jurnalistik, profesional dan memperjuangkan kesejahteraan anggota.” Terangnya.
Selain itu, lanjut Dedi, PWI juga bertujuan mewujudkan tugas pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum khusus kepentingan kemajuan daerah.
“PWI juga memiliki tujuan yaitu menjalin kerja sama yang baik dengan unsur Pemerintah, masyarakat, dan organisasi Pers lainnya. Oleh Karena itu, PWI Tubaba telah mengajak semua organisasi Pers di Tubaba untuk bersatu menyamakan persepsi tentang tugas jurnalistik, menyikapi perkembangan pers dan mengajak menjaga harkat dan martabat sebagai wartawan yang profesional di Tubaba.” Paparnya.
Adapun terkait program kerja PWI Tubaba tahun 2023, Ketua PWI tersebut mengapresiasi seluruh anggota yang hadir, untuk ikut mensukseskan program yang sedang direncanakan.
“Terimakasih semua anggota siap kompak, sesuai dengan visi dan misi yang telah disampaikan pada Konferkab lima PWI Tubaba 20 Oktober 2022 yang lalu yaitu menciptakan Kolaborasi dan membangun Kebersamaan, kita ingin semua anggota PWI berperan dalam setiap program, bertanggung jawab dalam setiap kegiatan dan menjaga kebersamaan sesama insan pers.” Jelasnya.
PWI Tubaba akan mendorong seluruh stakeholder di Tubaba agar membentuk Kehumasan, baik di lingkungan Pemerintahan maupun lingkungan sekolah dan lingkungan non Pemerintah yang memiliki keterkaitan dalam ruang informasi.
“Perkembangan pers di Tubaba sangat pesat, tetapi tidak berimbang pada sumberdaya manusianya dan standar pers. Praktik-praktik oknum wartawan di lapangan banyak ditemukan menyimpang, PWI Tubaba akan berkoordinasi dengan semua pihak terutama penegak hukum untuk mensosialisasikan kerja-kerja pers, nota kesepahaman dan hal-hal yang berkaitan dengan Pers. Insyaallah Januari 2023 akan kita lakukan.” Ungkapnya.
Sementara itu di tambahkan Sekretaris Dedi Saputra, pengurus PWI Tubaba akan mendorong seluruh anggota yang belum berpredikat kompetensi agar mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sebab menurutnya status kompetensi wartawan merupakan salah satu jaminan perlindungan hukum oleh Dewan Pers selama menjalankan tugas profesi.
“Dari 57 anggota PWI sudah UKW sebanyak 35, artinya 22 anggota kita targetkan hingga akhir periode bisa mengikuti UKW seluruhnya. Kemudian Bagi yang belum memiliki kartu anggota PWI (CA) segera mengurus, dan ditargetkan akhir Januari 2023 seluruh anggota sudah punya kartu keanggotaan yang diterbitkan PWI Provinsi.” Kata Dedi Saputra.
Sedangkan menghadapi situasi Politik, PWI juga akan membentuk Mapilu dalam rangka pemilu 2024. Sedangkan pada program peningkatan kapasitas dan wawasan kewartawanan PWI Tubaba, akan mengadakan kegiatan Workshop ke dapur-dapur produksi pada media-media Nasional.
“Untuk Mapilu PWI menunggu keputusan PWI Provinsi, kemudian pada periode 2022-2025 PWI akan melakukan program Workshop dengan mengunjungi dan edukasi ke media-media Nasional.” Imbuhnya. (D/r)
















Discussion about this post