PANARAGAN (translampung.id)– Perekrutan Guru Penggerak di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, untuk tahun 2023 dipastikan tidak ada.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tubaba, melalui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Rensi, saat dikonfirmasi translampung.id di ruang kerjanya, Selasa (01/11/2022).
“Untuk Guru Penggerak dalam program Tulangbawang Barat Cerdas (TBBC) di tahun 2023, sementara tidak ada lagi perekrutan, karena kalau ada perekrutan biasanya tahapan sudah mulai disiapkan akhir tahun ini.” Kata Rensi.
Menurutnya, saat ini Guru Penggerak yang terdata dalam program TBBC dan menerima honor dari Pemerintah Daerah bahkan justru dikurangi, dari 245 Guru Penggerak sebelumnya, saat ini hanya tersisa 132 orang saja.
“Pengurangan dilakukan karena keterbatasan anggaran. Selain itu, memang 1 orang Guru Penggerak sudah meninggal dunia, dan sisanya 112 orang sudah diterima menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada perekrutan ASN PPPK Guru Formasi 2021 lalu yang kini telah resmi menerima SK, sehingga otomatis tidak termasuk lagi dalam data resmi honorer Guru Penggerak program TBBC.” Jelasnya.
Namun, kata dia, rata-rata para Guru Penggerak yang sudah diterima PPPK tersebut masih banyak yang ingin tetap bergabung pada TBBC meskipun secara resmi datanya sudah tidak ada dan tidak lagi menerima honor. Hal itu sebagai bentuk keikhlasan dan ketulusan mereka dalam mengabdi untuk mendidik dan memajukan daerah.
“Dalam program TBBC ini juga, selain Pengurangan Guru Penggerak, nantinya di tahun mendatang Penggerak Nenemo atau Pendamping Guru Penggerak di setiap Kecamatan akan ditiadakan, sehingga Penggerak Nenemo juga tidak ada lagi perekrutan. Namun, untuk Officer 5 orang masih tetap ada.” Terangnya.
Mengingat pelaksanaan program TBBC ini sudah berjalan cukup lama sejak 2015, memang para Guru Penggerak yang telah bergabung dirasa sudah mampu mengerti dan memahami dalam melaksanakan tugas-tugasnya meskipun tanpa Penggerak Nenemo.
“Seperti diketahui, Penggerak Nenemo direkrut dari Pengajar Cerdas Nasional, sama seperti Officer dengan masa kontrak 1 tahun. Kalau untuk Guru Penggerak, direkrut dari Guru-guru honorer yang memiliki kemampuan untuk bergabung di TBBC.” Tuturnya.
Dirinya menerangkan, meskipun mengalami pengurangan, berbagai program TBBC akan terus dilaksanakan secara maksimal.
“Tahun 2023 nanti, para Guru Penggerak yang ada diarahkan akan lebih menekankan pada program aktualitas Guru yang bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk menggerakkan program-program Sekolah dalam rangka mendorong peningkatan prestasi akademik maupun non akademik murid, hingga meningkatkan kreativitas dalam kegiatan belajar mengajar kedepannya.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post