
TRANSLAMPUNG.ID -Dinas Sosial Pesisir Barat imbau masyarakat yang belum atau sudah terdaftar di BPJS Kesehatan agar tidak menyepelekan terkait data-data dalam kartu identitas supaya BPJS tersebut dapat diaktifkan.
Hal itu disampaikan, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Pesisir Barat dr. Edwin H Ma’as saat ditemui di ruangannya, Kamis (22/9/2022) mengatakan, dari sekitar 30 ribu pendaftaran terakhir hanya keluar 25 ribu saja BPJS Kesehatan.
“Sedangkan menurut kami data yang kami kirimkan tersebut sudah sesuai ketentuan namun nyatanya sekitar 5 ribuan yang tidak valid menurut Kemensos,” Jelasnya.
Mereka (Dinsos Pesisir Barat) mengaku tak mengetahui secara rinci penyebab data-data tersebut dianggap tak sesuai kriteria karena pusat juga tidak memberikan informasi kenapa data itu tak valid.
Namun besar kemungkinan menurutnya itu disebabkan ada beberapa data yang dianggap sepele seperti status di Kartu Keluarga (KK) yang mungkin sudah berubah tapi tidak segera dirubah.
“Misalkan seperti tahun lalu di KK si anak belum sekolah tapi saat ini anak tersebut sudah sekolah, otomatiskan status anak kita itu sudah jadi pelajar,” Terangnya.
Edwin juga berpesan kepada pemerintah pekon untuk mendata kembali seluruh warganya agar bisa terdaftar di BPJS Kesehatan. Silahkan cek melalui masing-masing operator tiap pekon bagi yang tidak memungkinkan untuk datang ke Dinsos langsung.
“Sampai saat ini dari seluruh masyarakat Pesisir Barat baru 91,95% yang terdaftar, sementara yang yang aktif hanya 75,90% dalam JKN atau sekitar 127.014 penduduk saja,” Ungkapnya. (**)














Discussion about this post