PANARAGAN (translampung.id)– Vaksinasi dosis kedua Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ternak di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, siap dimulai.
Demikian itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tubaba, didampingi Kabid Keswan dan Kesmavet, Sanjaya, didampingi Fungsional Medik Veteriner Muda, Irwan Sutrisno, kepada translampung.id, Selasa (02/8/2022) pukul 12.00 Wib.
“Dalam upaya percepatan vaksinasi PMK ternak, kemarin (01/8) kita telah kembali menerima bantuan dosis vaksin PMK dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Provinsi.” Kata Sanjaya.
Menurutnya, bantuan yang telah tiba tersebut sementara disimpan di Kantor Disnakkeswan, dan rencananya mulai disalurkan ke hewan ternak masyarakat pada Rabu (03/8/2022).
“Total bantuan vaksin kali ini berjumlah 4 ribu dosis, dengan rincian 3 ribu dosis vaksin kedua dan seribu dosis vaksin pertama. Sehingga kita prioritaskan terlebih dahulu untuk dosis kedua.” Jelasnya.
Kata dia, dosis kedua tersebut akan langsung disuntikkan kepada ternak yang telah dilakukan vaksinasi dosis pertama lalu.
“Jarak antar vaksin dosis pertama dan kedua ini adalah sebulan, dan nantinya akan ada dosis ketiga setelah dilakukan dosis kedua dengan jarak waktu 6 bulan.” Tuturnya.
Untuk diketahui, jelas dia, sampai saat ini kita sudah mendapat 8 ribu dosis vaksin pertama, dan 3 ribu dosis vaksin kedua. Karena untuk 7 ribu dosis vaksin pertama sebelumnya telah disalurkan pada bulan Juni dan Juli lalu.
“Berdasar data, total jumlah populasi ternak yang menjadi target vaksinasi PMK di Tubaba ini adalah 26 ribu ekor Sapi.” Ucapnya.
Adapun persyaratan ternak yang mendapatkan vaksin PMK ini adalah sehat, umur diatas 2 bulan, dan ada peternaknya yang mengusulkan atau mendaftarkan diri sesuai NIK KTP kepada Dinas setempat.
“Untuk jenis vaksin PMK di Indonesia khususnya di Tubaba ini yaitu jenis vaksin aftopor dari Prancis. Dan kita berharap, bantuan alokasi vaksin PMK pada tahun ini dapat segera terealisasi sepenuhnya atau minimal 70 persen dari total jumlah populasi.” Imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post