PANARAGAN (translampung.id)– Upaya membangkitkan semangat kreativitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), komunitas Pemuda-pemudi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menggelar Tubaba Food, Fashion dan Festival (TF3).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Halaman Depan Islamic Center Tubaba, yang resmi dibuka pada Kamis, (25/8/2022).
Menurut Ketua Panitia kegiatan, Jeri, bahwa acara TF3 merupakan kegiatan Festival dengan menampilkan berbagai produk olahan UMKM khas Kabupaten Tubaba, baik makanan, minuman, pakaian, dan lainnya.
“Kegiatan kita gelar selama 3 hari, dan total ada sekitar 21 UMKM yang mengikuti Festival ini, dengan sumber dana dari swadaya Pemuda-pemudi dan sumbangsih sejumlah sponsor.” Katanya, saat dikonfirmasi translampung.id.
Lanjut dia, tujuan utama dari kegiatan Festival ini tentunya adalah mempromosikan berbagai kreativitas produk-produk UMKM Tubaba.
“Jadi Festival ini seperti Bazar UMKM. Namun, selain Bazar, terdapat juga sejumlah lomba-lomba seperti lomba fashion, penampilan Band-band Lampung, dan kegiatan lain-lain selama 3 hari.” Jelasnya.
Melihat semangat para Pemuda-pemudi tersebut, Pemkab Tubaba melalui Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Mansyur, bersama Dinas Koperindag melalui Kabid Perdagangan Eka Saputra, menyambut baik dan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya atas inovasi kegiatan Festival yang dilaksanakan.
“Tentunya kita akan mendukung adik-adik Pemuda-pemudi ini, kita berharap kedepan komunitas atau perkumpulan Pemuda-pemudi Tubaba dapat membuat suatu wadah resmi dan silahkan mengajukan ke Pemerintah untuk dapat berkolaborasi, sehingga kedepannya kita dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang lebih besar secara bersama-sama serta memberikan manfaat lebih luas untuk kemajuan Kabupaten Tubaba.” Kata Mansyur.
Dalam kegiatan itu, Kepala Lokapom Kabupaten Tulangbawang, Adjis Sanjaya, beserta jajarannya juga turut berpartisipasi dengan melakukan sosialisasi terhadap UMKM tentang keamanan dan kehigienisan produk-produk khususnya makanan.
“Disini kami ikut berperan serta dalam mendukung UMKM khususnya makanan dan minuman, kami melakukan sosialisasi tentang keamanan dan mengambil sampling untuk dilakukan uji cepat agar dapat dipastikan aman dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B dan kuning metanil. Dan Alhamdulillah hasilnya sebanyak 45 sampel makanan dan minuman menunjukkan hasil negatif dari bahan berbahaya.” Tuturnya.
Kata dia, selain produk makanan dan minuman, pihaknya juga melakukan uji sampling terhadap kosmetik dan obat-obat tradisional hasil kreativitas UMKM Tubaba.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kedepannya ada kerjasama antara kita dan UMKM Tubaba untuk dapat memberikan sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut bagaimana membuat produk yang baik dan aman. Termasuk juga terkait perizinannya seperti PIRT atau Izin dari BPOM.” Imbuhnya. (D/r)

















Discussion about this post