TransLampung.ID Lampung Barat – Ribuan Peserta yang ikut memeriahkan Karnaval budaya dalam Festival Skala Berak (FSB) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sempat diguyur hujan. Rabu (13/7/2022)
Meski sempat diguyur hujan pagelaraan Karnaval kemilau Budaya sukses terlaksana yang dimulai pada jam 13.30 WIB terdiri dari 42 tim tersebar di 15 Kecamatan Kabupaten setempat dengan menyuguhkan kesenian topeng sekura, nyambai hinggaa kesenian adat jawa seperti reog dan kudalumping.
Dikatakan Parosil, FSB merupakan ajang tahunan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, festival ini menjadi salah satu wujud misi pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan pihaknya bersama Wabub Mad Hasnurin yakni “menjadikan kota liwa sebagai kota budaya”.
Semua rangkaian dalam FSB merupakan sajian budaya asli di Bumi Sekala Bekhak, lebih dari itu bertujuan untuk menggali, melestarikan dan mempromosikan seni budaya tradisi dan adat istiadat yang asli di Bumi Sekala Bekhak sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lampung Barat.
Kebanggaan bagi kita semua event FSB, pada tahun 2021 masuk menjadi satu-satunya event dari Provinsi Lampung yang masuk dalam Calender of Event Pariwisata Nasional dalam program Kharisma Event Nusantara, dan pada tahun 2022 ini masuk kembali dalam 110 event yang ditetapkan kemenparekraf sebagai event festival nasional, terpilih dari ribuan event yang ada di nusantara, tahun 2022 ini masuk bersama dengan festival krakatau milik Pemerintah Provinsi Lampung.
Karnaval kemilau budaya bumi sekala bekhak merupakan salah satu rangkaian dari perhelatan festival sekala bekhak, di tahun ini 2022 mengangkat tema “sekura”, sekura merupakan kebudayaan yang asli di tanah ini.
Pihaknya, bangga bisa mempertahankan kebudayaan ini di tengah arus modernisasi, terwariskan dari ratusan tahun silam dan masih lestari, berkembang dan menjadi sajian atraksi di bumi sekala bekhak.
“Kebudayaan sekura hanya ada di Lampung Barat dan didorong oleh tim kurator Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif untuk menjadi icon dari FSB serta menjadi salah satu poin besar untuk masuk dalam Calender Event Nasional,”
Helat festival harus bersinergi dengan para pelaku ekonomi kreatif khususnya pada sektor atraksi, seni pertunjukan, kuliner dan sektor lain termasuk para pegiat UMKM, karena bangkitnya perekonomian masyarakat dimulai dari masyarakatnya sendiri, bergerak bersama, bersinergi dan tentu saling berkolaborasi.
“Tentunya majunya sebuah destinasi wisata pasti karena dukungan dari sektor lain, mari jalin sinergitas dan kerjasama yang baik antar para penggiat pariwisata Lampung Barat,” tutup Parosil. (S)















Discussion about this post