PANARAGAN (translampung.id)– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait realisasi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dikatakan Kepala Bidang Bina Marga, Sumardi, mewakili Kepala Dinas PUPR Tubaba, bahwa Monev yang dilakukan bertujuan untuk memantau perkembangan realisasi DAK Fisik dilapangan.
“Seperti diketahui, DAK fisik Kabupaten Tubaba khususnya di bidang Bina Marga ini kan sekitar Rp.34 Miliar untuk, 1) Rekonstruksi / Peningkatan struktur jalan Toto Katon – Toto Wonodadi, 2) Rekonstruksi / Peningkatan struktur jalan Mekar Jaya – Mekar Jaya, 3) Rekonstruksi / Peningkatan struktur jalan Muya Sari – Batas Mesuji, 4) Rekonstruksi / Peningkatan struktur jalan Jaya Murni – Tri Tunggal Jaya, dan 5) Pemeliharaan Berkala / rehabilitasi jalan Sp . Setia Agung – Sp . V Gunung Agung ( Tugu Unyil Exs Prov ).” Terangnya, Selasa (19/7/2022).
Menurutnya, berdasar Monev pada hari ini, pihaknya meminta terhadap rekanan maupun pengawas lapangan agar dapat mengedepankan kualitas bangunan, dan jika ada material tidak sesuai spesifikasi maka tidak boleh dipakai dan wajib dibenahi.
“Sampai hari ini sudah sekitar 30 persen lebih realisasi DAK tersebut, sehingga kita harap target Oktober sudah selesai.” Jelasnya.
Selain Monev DAK tersebut, pihaknya juga langsung turun untuk meninjau jalan di Tiyuh (Desa) Mulyo Sari Kecamatan Batu Putih, yang kabarnya dari masyarakat setempat sangat memerlukan perbaikan atau pembangunan jalan.
“Dari hasil tinjauan kita, memang jalan ini memerlukan pembangunan, karena jalan Tiyuh itu merupakan jalan satu-satunya penghubung antara Tiyuh Mulyo Sari – Marga Sari, dan Mulyo Sari – Toto Katon.” Tuturnya.
Tiyuh yang pemekarannya dari Tiyuh Marga Sari tersebut, memiliki panjang jalan sekitar 4 KM, dan terakhir 2017 mendapat pembangunan jalan onderlagh sepanjang 1,5 KM, dan ditahun yang sama juga mendapat pembukaan badan jalan dari program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) sekitar 2,5 KM.
“Sebenarnya jalan mereka ini belum terdata di jalan Kabupaten, karena tadinya masih menginduk di Marga Sari. Oleh karenanya, jalan tersebut akan kita bahas bersama pimpinan, dan diusahakan pada APBD Perubahan tahun ini atau APBD tahun mendatang dapat di Base.” Katanya.
Sementara, Kepala Tiyuh Mulyo Sari, Purwanto, menjelaskan bahwa jalan tersebut sangat sulit dilalui apalagi jika musim hujan tiba, karena kondisi jalan yang masih tanah dan baru sebagian yang onderlagh, itupun sudah banyak rusak.
“Kami ini pemekaran kalau tidak salah 2014 lalu, dan jalan kami waktu itu hanya sebatas Mulyo Sari – Marga Sari saja dengan panjang sekitar 1,5 KM, belum ada jalur ke Toto Katon, karena jalur itu baru dibuka oleh TMMD, sehingga kondisi masih tanah merah. Untuk itu, kami Pemerintah Tiyuh dan masyarakat sangat mengharapkan agar kiranya Pemerintah Kabupaten Tubaba dapat memprioritaskan jalan satu-satunya di Tiyuh kami ini, agar akses jalan dan kehidupan masyarakat juga dapat lebih baik lagi.” Imbuhnya. (D/r)

















Discussion about this post