TRANSLAMPUNG.ID – Pengendara roda empat jenis sedan di Jalan AH Nasution, tepat di area Taman Merdeka Kota Metro dikeroyok segerombolan orang tak dikenal terekam jelas Closed Circuit Televition (CCTV). Korban berhasil kabur dengan keadaan mobil rusak parah, kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya kepada pihak yang berwajib.
Dari rekaman CCTV yang diterima radarmetro.id berdurasi kurang lebih 37 detik, memperlihatkan mobil jenis sedan berwarna putih berjalan mundur yang dikelilingi puluhan orang dengan mengendarai sepeda motor, sisanya berlarian menghampiri mobil tersebut. Terlihat juga, mobil terus menerus dipukul di berbagai sudut.
Mobil tersebut berhasil menghindari kepungan dengan terus mundur, kemudian tancap gas ke Jalan Diponegoro, yang mengarah ke Polres Kota Metro.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarmetro.id, peristiwa dugaan percobaan pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu (17/7/2022), sekira pukul 02.00 WIB dini hari di Jalan AH Nasution, Kelurahan Imupuro, Kecamatan Metro Pusat, tepat berada di area Taman Kota Metro.
Diketahui, Korban berinisial RA (19) warga Kelurahan Negara Nabung, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Kala itu, korban bersama sejumlah rekannya diserang gerombolan orang tidak dikenal di salah satu tempat hiburan malam.
Kepada awak media, Rabu (20/7/2022), RA menceritakan awal mula sebelum kejadian naas menimpanya. Bermula dari rekan RA yang terlibat perkelahian di tempat hiburan malam StarOne, Kota Metro. Diduga salah sasaran, RA yang tidak tau apa-apa menjadi korban keganasan belasan orang tak dikenal.
“Awal kejadiannya itu bukan sama saya yang ribut, saya hanya tau ada yang ribut didalam. Yang ribut itu satu orang teman saya, jadi teman itu ribut dengan orang-orang yang ngeroyok saya. Padahal kawan saya itu naik mobil beda dengan saya, dan saya cuma nongkrong saja di StarOne itu,” ungkapnya.
Kejadian berawal, saat itu RA bersama sejumlah rekan-rekannya tiba di salah satu tempat hiburan malam di Kota Metro pada Sabtu (16/7/2022) sekitar pukul 23.00 WIB. Tak berselang lama, rekannya terlibat cek-cok dengan sejumlah orang di tempat hiburan malam tersebut.

“Saya di StarOne dari jam 11, terus saya pulang jam 2. Keributan di dalam StarOne itu sekitar jam 12,” tambahnya.
Korban mengira kejadian malam itu tidak berujung panjang, lantaran saat di tempat hiburan malam tersebut rekannya yang terlibat cek-cok dengan pengunjung lain sudah saling menurunkan emosi.
Kemudian, korban serta rekan-rekan satu tongkrongan berpisah. Mereka pulang masing-masing dengan beda kendaraan. Sementara korban menggunakan mobil jenis Toyota Vios dengan nomor polisi B 1528 ZEB pulang menuju ke Sukadana.
Ternyata, percekcokan dari tempat hiburan malam berlanjut. Sesampainya di Taman Kota Metro, mobil RA dihadang segerombolan orang tak dikenal yang langsung menghujani pukulan mengarah ke mobilnya.
“Mobil saya itu di hancurin pas di depan lampu merah masjid taqwa itu, saya langsung lari ke Polres untuk laporan. Saya kesini ya selain takut saya juga tidak terima saya kan korban,” bebernya.
Korban mengatakan, puluhan pelaku pengerusakan membawa berbagai macam peralatan yang dilayangkan ke mobi Vios miliknya. Bahkan korban melihat beberapa pelaku menggunakan benda tumpul, benda tajam, dan juga dibekali senjata api laras panjang.
“Penghancuran mobil ini pas malam Minggu, jam 2 lewat. Sekitar 15 sampai 20 orang lebih, saya tidak ada yang kenal sama sekali mereka semua pakai motor. Saya tidak seberapa melihat, saya kan mengendarai mobil tiba-tiba orang-orang itu bawa senjata,” katanya.
“Senjatanya laras panjang itu, kalau pestol kurang jelas karena kawan saya yang lihatnya, kalau saya hanya lihat yang parang saja. Ada juga senjata mereka yang ketinggalan, golok,” imbuhnya.
Kasi Humas Polres Metro AKP Suliyani membenarkan aksi pengeroyokan tersebut. Korban langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Metro dengan nomor Laporan Polisi STTPL/B/346/VII/2022/SPKT/ POLRES METRO/POLDA LAMPUNG.
“Iya benar, korban melapor ke Polres Metro, Minggu (17/8) sekira pukul 02.40 WIB dengan mengendarai mobil sudah dalam keadaan rusak,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, AKP Suliyani mengutarakan kerugian yang ditaksir atas tindakan kriminal pengeroyokan hingga ancaman pembunuhan, korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta. Sementara itu, para pelaku pengeroyokan sudah menjadi target operasi Satreskrim Polres Metro.
“Saat ini para pelaku dalm pengejaran anggota Polres Metro. Kurang lebih 20 pelaku itu, bertindak anarkis hingga berujung pengerusakan, serta membahayakan nyawa manusia,” tukasnya.
Sementara dari pantauan radarmetro.id di Mapolres Metro, terlihat mobil korban terparkir di halaman Satreskrim Polres Metro dengan kondisi rusak berat dengan kaca bagian depan serta kiri dan kanan pecah. Selain itu, bodi samping mobil penyok dan bamper belakang lepas. (Naim/RLS)


















Discussion about this post