PANARAGAN (translampung.id)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, berkomitmen untuk terus fokus pada program pendidikan karakter.
Hal itu sebagai upaya mewujudkan cita-cita Kabupaten Tubaba menjadi pusat percontohan pendidikan karakter di Indonesia.
Untuk itu, Disdikbud Tubaba berkomitmen akan terus mengoptimalkan berbagai program unggulan yang telah berjalan selama kepemimpinan Bupati Umar Ahmad dan Wakil Bupati Fauzi Hasan.
Diantara perjalanan menuju Tubaba berkarakter itu, pelaksanaan program Silabus Muatan Lokal (Mulok) Pendidikan Berkarakter Tubaba yang dilaunching pada awal tahun ajaran 2021/2022 lalu akan semakin dioptimalkan.
“Silabus Mulok Pendidikan Berkarakter Tubaba yang telah menjadi Mata Pelajaran khusus khas daerah, merupakan materi tambahan yang diajarkan kepada peserta didik dengan memuat 4 Komponen ajaran, yakni 1) Falsafah masyarakat Tubaba yang dikenal dengan prinsip Nemen, Nedes, Nerimo, Sederhana, Setara, Lestari, (Nenemo SSL), 2) Anti Korupsi, 3) Pendidikan Berlalu Lintas, dan 4) Pendidikan Karakter.” Terang Kepala Disdikbud Tubaba, Budiman Jaya, Rabu (18/5/2022).
Kata dia, dalam seminggu seluruh Kepala UPT baik tingkat Sekolah Paud, TK, SD, dan SMP, masing-masing menyediakan 2 jam tambahan.
“Setelah melalui Pandemi Covid 19 yang mengharuskan anak-anak Belajar Daring, maka saat ini setelah pembelajaran tatap muka kembali normal, kita harapkan seluruh Sekolah dapat memanfaatkan kegiatan belajar mengajar secara optimal, khususnya juga pada penyampaian materi Silabus Mulok Pendidikan Karakter.” Jelasnya.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjalankan program-program pendukung lainnya, diantaranya program Tubaba Cerdas sebagai program keberlanjutan dari Indonesia Mengajar.
“Didalam Tubaba Cerdas itu, terdapat beberapa komponen yakni, Penggerak Nenemo yang merupakan para pengajar Cerdas dari berbagai wilayah Indonesia yang telah diseleksi untuk menanamkan ilmu pengetahuannya di Tubaba dan menggerakkan Guru Penggerak.” Ungkapnya.
Kemudian, Tenaga Guru Penggerak. Program Guru Penggerak yang lahir dari kegiatan ini akan menjadi program yang mempertemukan profil-profil Guru dari berbagai Sekolah di Kabupaten Tubaba, komunitas ini secara mandiri akan terus bertumbuh melalui diskusi-diskusi terkait proses pembelajaran di kelas yang lebih aktif, efisien dan menyenangkan.
“Terdapat juga Tubaba Camp, sebagai Training bagi siswa-siswi di Tubaba untuk mengembangkan aktivitas edukasi, pengembangan dimensi diri, dan pengembangan skill siswa melalui kemah dan berbagai aktivitas kreatif. Serta program Seni Budaya yang diimplementasikan dengan Sekolah Seni sebagai sarana mendidik generasi muda untuk lebih mengenal, memahami dan mencintai kebudayaan daerahnya sebagai warisan kearifan lokal.” Imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post