EVAKUASI KORBAN TENGGELAM: Tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh Zhafira (9) yang tewas tenggelam di Pantai Walur Kabupaten Pesisir Barat, setelah dua hari pencarian. Ayahnya, Rahmat Budi Priyono (43) yang juga meninggal saat hendak menolong Zhafira, sudah ditemukan lebih dulu oleh warga sekitar. (Foto: DOK BASARNAS LAMPUNG)
translampung.id, PESISIR BARAT – Peristiwa tragis yang dialami Zhafira dan ayahnya, hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua saat mengajak buah hati berwisata ke pantai. Bocah sembilan tahun asal Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten itu dan juga ayahnya, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa di wilayah perairan Pantai Walur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) pada Jumat (6/5).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Jumaril, S.E., M.M., melalui Koordinator Pos SAR Tanggamus, Hendra mengatakan, kejadian ini berawal saat Zhafira bersama keluarganya berenang di Pantai Walur pada Rabu (4/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Kemudian tiba-tiba korban terbawa arus. Lantas Rahmat Budi Priyono (43) selaku ayah korban, berusaha menolong korban. Namun malah ikut terbawa arus juga.
“Ayah korban berhasil diselamatkan warga dan dibawa ke rumah sakit. Namun ketika sampai di rumah sakit, ayah korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban Zhafira masih belum ditemukan. Pihak keluarga dibantu warga setempat, segera melaporkan ke pihak berwajib,” ujar Hendra melalui pesan WhatsApp pada translampung.id.
Basarnas Lampung menerima informasi ini dari Kepala Desa Walur, Novrian pukul 18.35 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Basarnas Lampung segera mengerahkan personil rescuer dari Pos SAR Tanggamus untuk menuju ke lokasi dan melaksanakan pencarian dan pertolongan.
“Tim rescuer (Pos SAR Tanggamus) tiba di lokasi kejadian pada Kamis (5/5) pukul 02.00 WIB dini hari dan langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan yang sudah di lokasi. Pukul 06.00 WIB, kami melanjutkan pencarian terhadap korban Zhafira,” terang Hendra.
Dia melanjutkan, tim dibagi menjadi dua regu. Regu I melaksanakan pencarian dengan menggunakan rubber boat (perahu karet). Sedangkan regu II melaksanakan pencarian dengan perahu nelayan setempat.
“Pencarian pada hari kedua, sempat dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB. Dikarenakan kondisi hujan deras dan hasil pencarian pada hari itu masih nihil,” ungkap Hendra.
Pada Jumat (6/5) pukul 07.00 WIB, pencarian kembali dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kali ini tim gabungan dibagi menjadi tiga regu. Regu I melaksanakan pencarian dengan menyisir bibir pantai sepanjang 5 kilometer dari lokasi kejadian.
Kemudian regu II melaksanakan pencarian dengan menggunakan perahu karet Basarnas. Dengan radius pencarian 12 kilometer. Sementara regu III melaksanakan pencarian dengan menggunakan perahu nelayan, dengan area pencarian radius 25 kilometer.
“Pada pukul 14.20 WIB, korban Zhafira berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian,” jelas Hendra.
Pada akhir pernyataannya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Jumaril, mengimbau seluruh masyarakat untuk mengutamakan keselamatan seluruh anggota keluarga saat berwisata di pantai.
“Saya kembali mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan wisata ke pantai. Terutama supaya betul-betul memperhatikan faktor keselamatan,” tandas Jumaril. (rls/ayp)



















Discussion about this post