PANARAGAN (translampung.id)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, memberikan tanggapan terkait adanya warga setempat yang terdampar di Istanbul Turki.
Dikatakan Ponco Nugroho Ketua DPRD Tubaba, saat dikonfirmasi translampung.id, Selasa (19/4/2022). Bahwa terkait adanya warga Tubaba yang terdampar di Istanbul Turki, pihaknya siap memberikan bantuan jika dibutuhkan, tetapi dengan catatan masih sesuai tupoksi dan kemampuan.
“Kami sudah mendengar puluhan warga calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terdampar di Turki, dimana satu diantaranya berasal dari Tubaba. Untuk itu, kami mendukung keluarga korban melapor ke Polda, dan jika ada kendala akan kita dampingi.” Kata Ponco.
Selain itu, kata dia, kejadian ini akan dikoordinasikan bersama Disnakertrans Tubaba, agar dapat membantu dengan berkoordinasi ke Provinsi untuk kemudian diteruskan ke Pemerintah Pusat. Sehingga diharapkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada disana segera menanggapi.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Tubaba, melalui Kabid Pembinaan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Aripin. Menerangkan permasalahan tersebut dikarenakan agen tempat warga itu mendaftar tidak jelas legalitasnya.
“Tentu hal ini kita laporkan ke Provinsi, tetapi kabarnya melalui pemberitaan-pemberitaan media juga telah ada tindak lanjut nya dari KBRI disana. Dan kami juga mengimbau agar kejadian ini menjadi pelajaran untuk tidak sembarang percaya terhadap agen-agen pemberangkatan PMI, harus dicari benar-benar legalitasnya.” Tuturnya.
Terpisah, keluarga korban yang diduga terkena penipuan agen PMI ilegal, telah melakukan konsultasi sebagai laporan dasar atas kejadian yang menimpa anaknya yang ikut terdampar di Turki.
“Tadi pagi kami sudah ke Polda Lampung, dan ternyata itu sudah ditindaklanjuti melalui pemberitaan beredar sebelumnya serta laporan dari daerah lain. Dan katanya rombongan anak saya akan segera pulang dan mulai diurus oleh KBRI disana.” Ujar ibu Taufik, Siswati.
Menurutnya, setelah anaknya pulang, maka barulah melakukan laporan resmi untuk memproses agen yang diduga melakukan penipuan tersebut, agar dapat diberikan hukuman setimpal.
Diberitakan sebelumnya, puluhan calon PMI yang terdampar di Turki dijanjikan bekerja di Polandia dan telah berangkat sejak sekitar Oktober 2021 lalu. Namun, hingga saat ini mereka justru terdampar dan tidak diurus oleh agen, dimana salah satu warga Tubaba yang ikut menjadi korban Imam Taufik Hidayat (27) dari Tiyuh (Desa) Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU). (D/r)


















Discussion about this post