Setelah selesai menjalani Isolasi Mandiri (isoman) Covid-19 di rumah sejak tujuh hari yang lalu tepatnya pada 24 Februari 2022, hari ini saya mulai kembali beraktivitas diluar rumah seperti biasa.
Meski selama menjalani isoman bukan hasil rapid test oleh pemerintah setempat tetapi ini merupakan inisiatif saya untuk menjaga keluarga kecil dari wabah pandemi global yang berasal dari wuhan cina. Sampai saat ini belum juga mereda.
Selama isolasi saya lebih ketat lagi dengan penerapan prokes 5M Covid-19. Hari-hari yang saya jalani berdiam diri di dalam kamar selama tujuh hari itu, sangatlah tidak nyaman dan membosankan. Hanya sebuah hp ini yang menemani setiap hari tampa keluarga, dekat tatapi terasa jauh. Maklum saja selama isolasi saya pisah ranjang namun masih satu atap rumah heheee.
Setiap pagi saya tidak lupa juga untuk berjemur dibawah sinar matahari pagi, halaman depan rumah dan terkadang dibelakang rumah. Sembari berjemur dengan menatap Kiano buah hati yang baru berumur 3 tahun baru saja selesai mandi dengan berfikir beban seperti apa yang dia rasakan saat ini ataukah dia berfikir kapan kita main ke Hamtubiu memberi makan ikan.
Setelah lebih dari 20 menit berjemur saya kembali masuk kerumah dan masuk kamar khusus tempat isolasi saya sendiri.
Tidak lama dari itu si anak mencoba mendekat dan mengajak saya untuk bermain. Dengan jarak 2 meter lebih saya coba memberi pemahaman agar si anak mengerti apa yang tengah saya lakukan demi kebaikan untuk keluarga ini. Dengan beban hati saya memanggil dan meminta istri untuk menjauhkan anak selama isoman.
Karena hal itu setalah kondisi tubuh ini sudah benar-benar kembali membaik, hari ini juga saya mengajak anak dan istri untuk bermain seputar kota liwa yang merupakan pusat kota di Lampung Barat. Dari taman hamtubiu, taman kota liwa hingga kebun raya liwa yang dikenal dengan (KRL).
Setelah saya ajak bermain kebahagian dan kecerian terpancar diraut mukanya. Karena selama itu juga Kiano hanya bermain dengan anak tetangga. Sesekali bermain dengan kakak sepupunya yang datang kerumah karena kediaman mereka berjarak lebih kurang 500 meter dari rumah.
Namun sayang pada ba’da ashar kami bermain harus terhenti dan pulang kerumah dengan terburu-buru karena hujan yang akan mengguyur wilayah Islamic Center kawasan Sekuting Terpadu, istri baru ingat jemuran di belakang rumah tadi pagi belum diangkat Wkwkkk.


















Discussion about this post