LUKA AKIBAT SAJAM: Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Tanggamus, WH (41), mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit kecil yang digunakan pelaku berinisial FD (35). (Foto: IST)
translampung.id, TANGGAMUS – Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus mengaku pihak Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Tanggamus, WH (41) yang jadi korban pembacokan Jumat (11/3), sudah melaporkan kejadian tersebut.
Pelaporan itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, S.Sos., S.H. Jumat petang. Menurutnya, laporan dari pihak korban diterima pukul 13.00 WIB. Dengan nomor laporan 251 tanggal 11 Maret 2022.
“Soal apa motifnya, masih kami dalami. Sedangkan terhadap korban sudah dilakukan upaya penyelamatan oleh rekan-rekannya sesaat setelah kejadian,” ujar kasat reskrim, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K.
Ramon Zamora menjelaskan, ada tiga luka berdarah yang diderita Sekretaris Diskoperindag WH akibat pembacokan.
Luka terparah ada di bagian perut kiri berupa luka bacokan. Lalu di lengan kiri yang juga luka bacokan. Dan pada telapak tangan kiri antara jempol dan jari telunjuk.
Awalnya rekan-rekan korban hendak melarikannya ke Puskesmas Pasar Simpang Kecamatan Kotaagung Timur. Namun kebetulan di sana sedang berlangsung kegiatan vaksinasi. Karena situasi di puskesmas tersebut tidak memungkinkan, lalu korban dilarikan ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung.
“Kemudian karena kondisi luka yang dialami korban (parah) seperti itu, maka dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu,” terang kasat reskrim yang sebentar lagi pindah tugas ke Polda Lampung itu.
Menurut Ramon, luka-luka pada tubuh korban merupakan luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit kecil yang digunakan pelaku. Dan untuk barang bukti celurit sudah diamankan petugas.
Ramon mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, awalnya sempat terjadi permasalahan pribadi antara korban dan pelaku. Perselisihan itu terjadi di dalam kantor diskoperindag setempat.
Mulanya korban berinisial WH didatangi pelaku berinisial FD (35) di ruangannya. Lalu terjadi perselisihan yang berujung penyerangan menggunakan sebilah senjata tajam jenis celurit.
“Saat ini pelaku melarikan diri dan masih dilakukan pencarian oleh tim,” tandas Ramon Zamora. (ayp)


















Discussion about this post