Oleh : Safri
Biro TransLampung
Pesta Demokrasi ditingkat Pekon se Kabupaten Lampung Barat pada 23 Februari 2022 yang lalu telah usai. Di group-group whatsapp banyak beredar hasil Pemilihan Peratin (Pilratin) di 60 Pekon tahap pertama yang berkontestasi.
Hasilnya mengejutkan, dari 196 calon 46 calon diantaranya adalah petahana dan sebanyak 26 petahana harus merelakan kursi yang ia duduki selama enam tahun kandas di ajang bergengsi tingkat pekon itu. Sementara 20 petahana kembali di percaya masyarakat untuk memimpin. Lalu mengapa demikian ?
*Kinerja*
Jika dikaji lebih jauh, selama enam tahun menjabat, Pekon diguyur Dana Desa (DD) rata-rata perpekon 800 juta, belum lagi yang bersumber dari Anggaran Dana Pekon atau biasa disebut ADP ditambah pula yang bersumber dari pendapatan BUMPekon.
Tentunya dengan anggaran yang besar pekon mempunyai daya tarik tersendiri, insentif aparatur pekon cukup menarik, bukan lagi di angka ratusan ribu tapi di angka jutaan rupiah.
Fasilitas pekon sekarang sudah banyak, Balai Desa, Gedung sebaguna, Puskesdes, Pustu, dll. Ada juga Bidan Desa, Perawat Pekon, Kader KPM, Kader Rumah Sehat, dll.
Infrastruktur kian mulus, dahulu jalan usaha tani dilewati dengan motor trail menggunakan rantai. Kini motor matic pun bisa lolos dengan jalan rabat beton yang sudah sampai diperkebunan warga.
Perekenomian desa tumbuh semakin membaik, didukung perkembangan teknologi, informasi dan lainnya, para sarjana tidak malu pulang ke pekon nya untuk membangun daerah dimana ia berasal.
Pekon-pekon mempunyai objek wisata yang menjadi kebanggaan warganya, banyak pengunjung dari dalam dan luar daerah, ditambah pekon sudah mampu untuk memunculkan produk unggulan desa.
Lalu mengapa setelah enam tahun menjabat, peratin incumbent atau petahana kalah pada pesta demokrasi beberapa waktu yang lalu.
Mungkin saja, incumbent menyia-nyiakan kewenangan besar yang diberikan oleh Undang-Undang Desa dengan dana desanya.
Atau masyarakat yang menginginkan peratin yang akan menghidupi warga di pekon nya, bukan yang mencari hidup di pekon nya, sebab Dana Desa adalah untuk warga desa bukan milik Peratin/Kepala Desa.
Bisa jadi masyarakat juga menginginkan pemimpin yang amanah, yang mempunyai kapasitas memimpin pekon di era modern dan millenial ini.
*Money Politic*
Dalam Literatur tentang politik menginformasikan kepada kita bahwa demokrasi adalah salah satu bentuk pemerintahan yang percaya bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.
Rakyat menjadi penentu dalam setiap pesta demokrasi, termasuk pada pilratin yang digelar beberapa waktu lalu, kuasa rakyat menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di pekon nya masing-masing.
Karenanya kuasa rakyat begitu besar, maka setiap kandidat akan berlomba lomba merebut simpati rakyat, menawarkan ide, gagasan dan konsep kepemimpinan kelak ketika ia terpilih.
Tak hanya itu berhembus kabar uang beredar, money politic katanya, pemakluman terhadap politik uang ini seperti sudah menjadi tradisi dan tak bisa dibuktikan, umumnya ongkos politik ini sudah jauh-jauh hari difikirkan oleh kandidat.
Mungkin saja ini yang menjadi alasan pertarungan lanjutan pasca pilratin, ada aduan masuk di Dinas PMD Lampung Barat dan DPRD Lampung Barat yang diyakini tidak puas dengan hasil pilratin, mungkin saja ongkos besar hasil tak sesuai harapan.
*Peratin Terpilih*
Apapun itu, tentunya kita ucapkan selamat kepada 60 peratin terpilih yang tidak lama lagi akan di lantik oleh Bupati Lampung Barat.
Selamat atas kerja keras kalian dalam pesta demokrasi enam tahunan ditingkat pekon, anda adalah orang-orang terpilih yang dipilih oleh masyarakat anda, untuk mensejahterakan masyarakat anda, bukan memperkaya diri sendiri.
Manfaatkan kesempatan anda memimpin enam tahun mendatang dengan membawa perubahan pekon yang lebih baik, wujudkan janji-janji anda saat kampanye, buat pekon anda menjadi pekon yang punya nilai inovasi.
Suara rakyat adalah suara tuhan, vox populi vox dei, kini suara itu ada di pundak anda sebagai peratin terpilih, memimpin selama enam tahun kedepan, amanahlah dengan jabatan anda, dan semoga Allah SWT meridhoi kepemimpinan anda.














Discussion about this post