PANARAGAN (translampung.id)– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengimbau agar realisasi Dana Desa (DD) diprioritaskan untuk penyelesaian masalah sosial dasar Desa.
Hal tersebut disampaikan Kepala DPMT Tubaba, Sofyan, melalui Kabid Pemberdayaan Aparatur Pemerintah Tiyuh (Desa), Ashari, kepada translampung.id diruang kerjanya, Rabu (02/3/2022) pukul 11.00 Wib.
Menurutnya, permasalahan sosial dasar Desa itu ada dua hal, yaitu Kesehatan dan Pendidikan. Dimana untuk Kabupaten Tubaba hal tersebut juga harus menjadi perhatian penting.
“Seperti diketahui, sesuai Perpres 104 Tahun 2021 Tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022, pasal 5 ayat (4) penggunaan Dana Desa diatur penggunaannya adalah 40 persen untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), 20 persen
program ketahanan pangan dan hewani, dan 8 persen dukungan pendanaan penanganan Corona Virus Disease 2019.” Ujarnya.
Kata dia, terlepas dari besaran DD yang telah diatur tersebut, untuk program sektor prioritas lainnya maka DPMT Tubaba mengimbau agar setiap Tiyuh dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial dasar di Tiyuhnya masing-masing.
“Dalam hal segi kesehatan, misalnya menggunakan DD untuk pembelian mobil Ambulance Tiyuh, memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, penyediaan sanitasi yang sehat, dan lain-lain.” Terangnya.
Lanjut dia, sementara untuk Pendidikan, saat ini kita tengah mendorong agar setiap Tiyuh memiliki Sekolah TK/Paud yang dikelola oleh Pemerintah Tiyuh, dan hingga saat ini sudah ada 30 persen lebih Tiyuh yang sudah memiliki dan menjalankan program tersebut.
“Bukan hanya itu, Pemerintah Tiyuh juga bisa memberikan beasiswa terhadap siswa-siswi berprestasi. Artinya, cakupan masalah sosial dasar ini sebenarnya cukup luas, sehingga Tiyuh harus dapat memperhatikan hal tersebut untuk kemudian DD dipergunakan dengan lebih baik dan benar.” Jelasnya.
Dirinya menerangkan, di tahun 2022 ini Pencairan DD sudah mulai diproses dan telah terdapat 13 Tiyuh yang telah pengajuan ke KPPN, sisanya menyusul secara bertahap.
“Untuk itu, mengingat kita juga masih dalam situasi dan masa pemulihan dari Pandemi Covid 19, maka diharapkan realisasi DD tahun ini benar-benar tepat sasaran dan tepat guna, sehingga penggunaan DD tidak terkesan Mubazir.” Imbuhnya. (D/r)



















Discussion about this post