Sejak positif terpapar Covid-19 pada Minggu malam (13/2/2022) sampai sekarang, saya mendapatkan banyak hikmah. Semuanya merupakan pelajaran dan pembelajaran berharga.
Meski terpapar Covid-19, saya tetap banyak bersyukur. Rasa itu sangat mendalam karena kondisi fisik saya sehat. Sama sekali tidak ada keluhan apa-apa.
Kondisinya berbeda dengan yang dialami kebanyakan orang termasuk saudara-saudara dan teman-teman saya yang pernah terpapar Covid-19. Mereka ada yang batuk-batuk, sesak nafas, tenggorokannya sakit, flu berkepanjangan, dan berbagai penyakit lainnya.
Setelah mulai menjalani isolasi mandiri (isoman) saya instrospeksi diri. Mencoba mengambil hikmah dari yang sedang dialami.
Kesimpulannya: TUHAN sangat sayang pada saya. Wujud kasih sayang itu adalah dengan memberikan penyakit Covid-19.
Tidak cukup hanya itu. Saya terpapar Covid-19 di Bogor. Dekat keluarga: istri dan anak-anak. Bagaimana kalau kejadiannya di Medan atau kota-kota lainnya yang jauh dari Bogor.
Tentu akan menyulitkan diri sendiri dan orang lain. Sementara jauh dari keluarga. Meski teman saya di mana-mana.
Banyak Hikmah
Hikmah pertama terpapar Covid-19 aktivitas nyaris berhenti total. TUHAN dengan caranya menyuruh saya istirahat. Melupakan sejenak rencana kegiatan yang sudah tersusun panjang di berbagai kota.
Fokus pada pemulihan kesehatan. Hari-harinya diisi dengan makan, minum obat, ibadah, dan istirahat.
Hikmah kedua lebih dekat dengan keluarga. Istri Retno Setiasih serta anak-anak: Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana fokus merawat saya dan Mbak Winarti
Mereka bertiga bahu-membahu melayani kami. Di samping mengerjakan sementara tugas-tugas Mbak Win, panggilan akrab Winarti.
Dari lima orang serumah, yang hasil tes PCR-nya positif adalah saya dan Mbak Win. Sehingga kami yang harus isoman.
Hikmah ketiga, banyak waktu menyapa saudara-saudara dan teman-teman lewat WhatsApp dan membaca. Selama isoman saya manfaatkan meningkatkan komunikasi sama mereka.
Tidak Terlena
Juga meningkatkan kualitas diri dengan menuntaskan aneka bacaan. Informasi menarik yang menurut saya perlu diketahui orang banyak, saya bagikan ke teman-teman.
Jadi selama isoman berusaha melakukan kegiatan yang produktif. Tidak hanya buat diri sendiri, tetapi juga untuk banyak orang.
Di samping itu, juga saya manfaatkan untuk menulis. Membuat berbagai tulisan yang bermanfaat terutama memberi motivasi kepada para pembaca.
Prinsipnya terpapar Covid-19 tetap harus produktif. Tidak terlena dengan kondisi yang ada. Apalagi sampai melewatkan waktu secara sia-sia.
Berbagai hikmah selama terpapar Covid-19 menunjukkkan secara langsung bahwa TUHAN sangat sayang sama saya. Alhamdulillah…
Semoga semua orang yang terpapar Covid-19 dapat mengambil hikmah dari sakitnya dan segera sembuh. Aamiin ya robbal aalamiin…
>>>🇮🇩Dari Bogor saat sedang isoman sambil mensyukuri semua rezeki dari TUHAN, saya ucapkan selamat mengambil hikmah dari setiap kejadian. Salam hormat buat keluarga. 13.45 17022022😃🇮🇩<<< Aqua Dwipayana Motivator dan Penulis Buku Best Seller


















Discussion about this post