TransLampung.ID Lampung Barat – Polres Lampung Barat (Lambar) menggelar apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan Pemilihan Peratin (Pilpra) serentak tahun 2022 di halam Mapolres setempat.
Apel yang dikomandani langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, didampingi Kapolres setempat AKBP. Hadi Saeful Rahman dan Dandim 0422/ Lampung Barat, Letkol Czi Anthon Wibowo.
Diungkapkan Parosil, menjelang Pilpra di Lampung Barat yang akan dilaksanakan 60 Pekon 15 kecamatan hingga saat ini kondisi sangat kondusif tentu ini tidak terlepas dari kerjasama TNI dan Polri. Yang paling penting para kontestasi dalam hal ini para calon dan juga tim pemenangan atau tim sukses.
Satu hari lagi masyarakat akan melakukan pencoblosan dan penghitungan suara. Besar harapan selesai penghitungan suara, “suasana yang hari ini kondosif berakhir juga dengan situasi yang nyaman dan tenang,” ungkapnya.
Menurut Pacik sapaan akrab Parosil, pesta demokrasi merupakan amat dari undang-undang yang harus diselenggaraka setiap enam tahun sekali. Jadi manfaatkanlah momentum Pilpra ini untuk memilih pemimpin yang memiliki visi membangun dan melayani masyarakat.
Jangan sampai ada hal tidak diinginkan baik itu intimidasi atau hal lain yang keluar dari kontek pesta demokrasi. “Karena hasil Pilpra akan memunculkan pemimpin yang tangguh, kuat, mempunyai ide dan gagasan yang besar untuk kemajuan Pekon di Bumi Skala Berak,” terangnya.
Lanjutnya, kemajuan suatu daerah adalah kemajuan dari pada pekon yang menjadi ujung tombak kabupaten. Sehingga pihaknya berpesan kepada masyarakat yang akan melaksanakan pilihan, “pilihlah pemimpin yang mengayomi melindungi dan berfikir untuk kemajuan pekon.,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Lampung Barat AKBP. Hadi Saeful Rahman, menjelaskan, pengamanan Pilpra aparat penegak hukum menerjunkan 485 personil yang terdiri dari anggota Polres dan Kodim sert personil Berimob tim anti anarkis.
“Tim anti anarkis akan dimodip dengan melakukan patroli biologis kepada tokoh masyarakat dalam rangka pengamanan saat Pilpra,” jelasnya.
Kata dia, gabungan TNI dan Polri ini adalah bagai mana mengkondusifkan situasi pilpra. Dari mulai tahapan sampai akhir seperti yang telah dilalui kampanye sampai hari H kemudian sampai dengan pelantikan.
“Tahapan ini kita fokuskan dari pada saat kampanye sampai hari ini masa tenang,” paparnya.
Dan nanti pada saat pencoblosan ada 230 TPS yang kita amankan dengan pola pengaman ring satu, ring dua dan tiga.
Ring satu terdiri dari linmas pengaman dari dalam TPS. Ring dua TNI-Polri ada Babinsa dan Babinkamtibmas.
Serta “ring tiga ada tiem patroli tugasnya untuk melihat dan memantau situasi sekitaran TPS,” tutup Hadi. (Safri)
















Discussion about this post