Luar biasa pemimpinku. Gagah berani datang sendirian ke Wadas, tanpa polisi, tanpa pengamanan. Gentleman.
Ganjar datang untuk meminta maaf langsung pada warga Wadas yang jadi korban kekerasan. Ganjar datang secara pribadi. Meminta maaf atas kesalahan yang tidak ia buat sendiri. Ganjar meminta maaf atas ketidakmampuannya sebagai manusia, mengontrol setiap tindakan manusia lainnya. Manusia-manusia pengecut yang tak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pengecut itu dengan segala kepentingannya, mengarahkan semua kesalahan perihal Wadas kepada Ganjar Pranowo. Dengan alasan Izin Penentuan Lokasi atau IPL quarry Wadas yang menandatangani adalah Ganjar Pranowo lalu seakan akan semua masalah itu disebabkan oleh Ganjar.
Padahal keberadaan IPL bukan maunya Ganjar. IPL di tandatangani Ganjar karena dialah Gubernur Jateng. Siapapun gubernurnya, maka dia pasti tanda tangan IPL itu.
Sedangkan proyek tersebut bukan milik Ganjar. Itu proyeknya Kementerian PUPR. Lokasi quarry kenapa berada di Wadas juga bukan kemauan Ganjar. Itu kemauan BBWS Serayu Opak sebagai pelaksana pekerjaan. Pengukuran tanah itu tanggung jawab BPN. Dan pengamanan yang berujung kekerasan serta penangkapan 67 warga itu tanggung jawab kepolisian dalam hal ini Polda Jateng.
Tapi setelah kejadian viral kemana mana, rakyat se Indonesia mengutuk peristiwa itu, semua lari, semua lempar tanggung jawab dengan dalih sudah bertindak sesuai prosedur.
Tak ada satupun yang berani mengakui bahwa ada kekerasan. Tak ada satupun yang secara jujur bilang bahwa ada kesalahan.
Tak ada satupun, kecuali Ganjar.



















Discussion about this post